WH.SUMENEP – Salah seorang pengusaha dermawan, H. Khairul Anwar warga Desa Karanganyar, Kec. Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada tanggal 20 September 2024 memperingati lahirnya Nabi Muhammad SAW 1446 H dan Haol Akbar Bani H. Hasan Boesri bin Sabal.

Acara tersebut dimulai sekira pukul 19.30 WIB – selesai dengan penceramah Syekh Sayyid Muhammad Amin Al Jaelani dari negara Arab. Beliau seorang Dzurriyah Rosulullah SAW yang ke-40 atau Cicit Maulana Syekh Abdul Qadir Al Jaelani yang ke-28.
Pantauan media, pelaksanaan amaliyah sebagai wujud cinta kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW tersebut dihadiri oleh Dr. H. Achmad Fauzi S.H.,M.H ( Bupati Sumenep ), Agus Dwi Saputra ( Kadisdik Sumenep ), Ardi ( Kabid Disdik ), Forkopimcam, Kades se-Kec.Kalianget, Babinsa dan Bhabinkamtibmas beserta jajaran Polsek Kalianget, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ribuan undangan bapak/ibu dari Desa Karanganyar dan Desa Pinggirpapas, Kec. Kalianget, Sumenep, Jawa Timur.
Dalam kesempatan sambutannya, Bupati Fauzi menyapa para undangan dengan ekspresi kepemimpinan yang merakyat wajah dan penuh kewibawaan. Apa yang disampaikan mengesankan terciptanya kedekatan sosok pemimpin nomor wahid di Kabupaten Sumenep dengan masyarakatnya.
Beliau mengingatkan para undangan yang notabane masyarakatnya, agar dalam momentum bulan Maulid Nabi Muhammad SAW bisa menjadi motivasi untuk selalu menanamkan rasa cinta kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
” Semoga semuanya, dalam hidupnya husnul khotimah, makin tua semakin dekat kepada Allah SWT, makin tua semakin cinta kepada Rosulullah SAW. Hatinya bagus, fikirannya bagus, ibadahnya bagus. Kalau hatinya bagus tidak senang membicarakan orang lain,” terang Bupati Fauzi.
Selain itu, Beliau juga berharap terhadap semua yang hadir bisa meniru Kanjeng Rosulullah akan suri tauladannya. Bukan hanya sekedar mengadakan Maulid saja, namun apa yang diperbuat Rosulullah harus ditiru, walau semampunya.
” Misalnya berdagang, kalau garamnya bagus harus bilang bagus, dan bila jelek harus bilang jelek,” canda Bupati yang disambut tawa oleh paran undangan yang hadir.
Sementara, dalam rangkaian acara berikutnya Syekh Sayyid Muhammad Amin Al Jaelani dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah amalan yang sangat bagus dan diperbolehkan.
” Maulid Nabi boleh dikerjakan, karena raja dan 18 ulama sudah sepakat melalui kitabnya. Sebab, Maulid Kanjeng Nabi besar barokah dan manfaatnya, Aamiin.
Syekh juga menjelaskan bahwa niat berkumpul dan mengadakan majelis Maulid Nabi yang pertama, untuk mengingat waktu lahirnya Kanjeng Nabi Muhammad SAW, kemudian niat yang kedua, guna belajar akan sunnat-sunnatnya Kanjeng Rosulullah SAW.
” Yang mana, banyak sunnat-sunnatnya Kanjeng Nabi, sehingga kita perlu meniru sunnat-sunnatnya Kanjeng Nabi SAW, ” kata Syekh dalam kesempatan tausiyahnya di depan hadirin undangan.
Kemudian beliau meneruskan tausiyahnya, kita juga harus mengetahui terhadap sejarahnya Kanjeng Nabi, saat Kanjeng Nabi berinteraksi dengan orang yang lebih rendah dan yang lebih tinggi status sosialnya. Maka dari itu kita bisa mengikuti apa yang telah diperbuat oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
Syekh meminta kepada bapak-bapak agar sabar dalam menghadapi anak-anak kecil. Karena, kesunnatannya harus sabar menghadapi anak kecil. Hal itu sudah menjadi tuntunan dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
” Harus sabar menghadapi anak kecil, karena sabar menghadapi anak kecil sudah dituntun oleh Kanjeng Nabi,” terangnya.
Terlihat para undangan yang hadir dalam majelis Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, sangat terpukau dan terenyuh dalam hati masing-masing. Apa yang disampaikan dan diterangkan oleh Syekh, menyadarkan diri kita, bahwa kita adalah makhluk yang membutuhkan kehadiran dan safa’at Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
Mengakhiri tausiyahnya, Syekh Sayyid Muhammad Amin Al Jaelani mendo’akan semua yang hadir dalam majelils Maulid Nabi Muhammad SAW.
” Semoga panjang umur, semoga bisa meng
editor : Ida











