Temuan Jasad Diki di Cisolok, Ani Ungkap Keseharian dan Kehilangan

banner 468x60

 

WH.Sukabumi – Ani (37), seorang warga yang menganggap Diki sudah seperti anak sendiri, mengungkapkan kesedihannya setelah Diki ditemukan meninggal dunia di Cisolok pada 29 September 2024. Menurut Ani, tidak ada hubungan darah antara dirinya dengan Diki, namun kedekatan mereka sudah terjalin erat.

“Hubungan darah gak ada, cuma saya sama semuanya dekat. Dia sudah dianggap anak sendiri,” ungkap Ani saat ditemui.

Diki, yang sebelumnya tinggal di rumah Ani setelah pulang dari Jakarta, sering membantu Ani di warung. “Orangnya baik, suka bantu-bantu di warung. Dia tinggal sama saya, sudah seperti anak sendiri,” ujar Ani.

Sebelum kejadian, Diki sempat akan pergi melaut bersama suaminya Ani. Namun, suaminya meminta Diki untuk membantu Ani berjualan di rumah. “Paginya habis jualan cumi, malamnya dia lagi melayani pembeli,” jelasnya.

Ani juga menceritakan bahwa pada 21 September 2024, Sabtu malam Minggu, dua teman Diki datang menjemputnya, delapan hari sebelum jasadnya ditemukan. Salah satu dari mereka bernama Noval, sementara yang satu lagi tidak diketahui namanya. “Habis itu ada temennya jemput, dua orang. Yang satu namanya Noval, yang satunya gak tahu,” tambah Ani.

Ketika ditanya apakah Ani tahu tentang tujuan penjemputan tersebut, ia mengaku tidak mengetahui apapun. “Gak tahu urusan apa. Cuma dua kali datang kesini, dua kali nyariin,” tuturnya.

Setelah Diki pergi bersama temannya, Ani sempat mencarinya selama tiga hari. “Saya nyariin dari ujung cafe ke ujung cafe, gak ketemu,” ungkap Ani.

Kabar duka akhirnya datang melalui media sosial Facebook. “Dua hari yang lalu ada kabar bahwa Diki meninggal. Pas saya lihat fotonya, baju merah dan celana jaketnya itu memang Diki,” kata Ani dengan penuh kesedihan.

Ani mengaku merasa kehilangan sosok Diki yang selalu baik dan tidak pernah terlihat memiliki masalah apapun. “Dia orangnya diem, jarang cerita, gak kelihatan ada masalah,” tuturnya.

Kini, Ani hanya bisa mengenang kebaikan Diki yang sudah dianggap seperti anak sendiri. “Sehari-hari tinggal sama saya, baru semingguan lebih. Orangnya baik, gak ada adik, memang sendirian. Namanya Diki,” tutupnya. (Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *