WH.Sukabumi – Warga Kampung Baru, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, menggelar tahlilan untuk mengenang Diki Jaya (21), korban pembunuhan yang ditemukan mayatnya di Kampung Cilengka, Desa Pasir Baru. Diki yang dikenal sebagai anak baik, kerap membantu warga dan tak pernah terlibat dalam perilaku negatif.

Ibu Ani 37, ibu angkat Diki yang sangat terpukul dengan kejadian ini, menceritakan keseharian Diki yang tidak pernah menunjukkan tanda-tanda perilaku buruk. “Diki anak soleh, nggak pernah mabuk, setahu saya dia nggak pernah minuman keras. Selama tinggal di sini, saya nggak pernah lihat Diki dalam kondisi mabuk atau seloyongan,” ungkap Ibu Ani saat diwawancarai.
Ibu Ani, yang telah merawat Diki selama ini, juga mengungkapkan bahwa Diki sudah terlihat murung sejak hari Rabu, sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi. “Sebelum kejadian, Diki memang sudah ada murung, tapi saya nggak nyangka akan terjadi hal seperti ini,” tambahnya.
Dalam kesehariannya, Diki dikenal sebagai anak yang rajin dan suka membantu. Pagi hari, ia kerap berjualan ikan, dan malam hari membantu berjualan gorengan milik Ibu Ani. “Kalau disuruh apa-apa juga nurut, nggak pernah neko-neko. Orang-orang di sini semua sayang sama Diki,” kata Ibu Ani.
Menurut Ibu Ani, meski ada isu bahwa Diki dicekok minuman sebelum dibunuh, ia tidak yakin dengan kabar tersebut. “Kalau masalah itu saya kurang tahu, karena saya di rumah dan dia di sana. Ada yang bilang dia dikasih minuman, tapi yang lebih dari itu saya nggak tahu,” jelasnya.
Diki sendiri telah dimakamkan di pemakaman umum Citepus. Kasus pembunuhan ini melibatkan empat orang pelaku, yakni Nopal alias N (19), yang menjadi pelaku utama yang menusuk Diki, serta Gilang Maulana alias GM (20), Juanda (18), dan Erni (49), yang berperan dalam membantu pelaku lainnya.
Mayat Diki ditemukan di Kampung Cilengka, Desa Pasir Baru, setelah dibunuh di Kampung Wisata Pantai Katapang Condong. (Nanan apon)
editor : Ida











