WH.Sukabumi – Kekerasan antar kelompok remaja yang berujung pada kematian kembali terjadi di wilayah Caringin, Kabupaten Sukabumi. Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis (10/10) sekitar pukul 21.00 WIB, ketika dua kelompok remaja, Jedor dan Jeder, terlibat duel di lokasi yang sudah disepakati. Akibat duel tersebut, satu anak di bawah umur dari kelompok Jedor meninggal dunia, sementara satu lainnya mengalami luka sayat di tangan.

Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, mengungkapkan bahwa peristiwa ini diawali oleh komunikasi di media sosial Instagram antara kedua kelompok. “Awalnya mereka hanya saling mengirim pesan tantangan untuk bertemu dan duel. Mereka pun menyepakati waktu dan tempat, yang akhirnya berujung pada duel dua lawan dua,” jelasnya.
Dari kejadian tersebut, 15 orang yang diduga terlibat telah diamankan oleh pihak kepolisian. Dua orang merupakan pelaku utama yang terlibat duel, sementara 13 lainnya adalah teman-teman yang menyaksikan perkelahian tersebut. “Ada satu orang yang bahkan menyiarkan duel ini secara langsung di Instagram,” tambah Kapolres.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam yang digunakan dalam perkelahian, pakaian yang dikenakan para pelaku, helm, serta enam sepeda motor yang dipakai saat menuju lokasi kejadian.
“Atas tindakan mereka, kami kenakan pasal 80 ayat 1 dan atau ayat 3 junto 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara. Selain itu, juga disangkakan dengan pasal 358 dan 2E junto pasal 55 KUHP,” ujar AKBP Samian.
Kapolres juga menekankan pentingnya tindakan pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang. “Kita akan memperkuat patroli, edukasi kolaboratif dengan melibatkan pihak sekolah, aparat desa, dan pemangku kepentingan lainnya. Ronda malam dan siskamling akan diperketat untuk mencegah anak-anak berkumpul di luar batas waktu,” ujarnya
AKBP Samian menambahkan, tidak ada konflik serius antara kelompok Jedor dan Jeder sebelumnya. “Mereka hanya mencari sensasi dan tantangan. Kedua kelompok sebenarnya berasal dari satu wilayah yang sama, dan usianya rata-rata 15 hingga 16 tahun,” jelasnya.
Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif awal perkelahian, termasuk siapa yang pertama kali memulai tantangan di Instagram. “Kita juga masih menyelidiki alasan duel ini disiarkan secara langsung di media sosial, meski tidak ada indikasi motif komersil,” tambahnya.
Dari hasil autopsi, korban diketahui mengalami luka serius akibat senjata tajam yang mengenai organ vital.
Peristiwa ini sangat memilukan, dan kita semua harus belajar agar hal seperti ini tidak terjadi lagi,” pungkas AKBP Samian. (Nanan apon)
editor : Ida











