WH.SUKABUMI -Sebanyak 71 nelayan benur asal Desa Buni Asih, Kecamatan Tegal Buled, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan terjebak di laut akibat cuaca buruk. Hingga pukul 11.36 WIB, baru 6 orang nelayan yang berhasil dievakuasi dengan bantuan helikopter dari Basarnas.

AKP Tenda Sukendar dari Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Pol Airud) Polres Sukabumi menjelaskan bahwa cuaca ekstrem dengan gelombang tinggi membuat proses evakuasi dari laut menjadi sangat berisiko. “Kami mengerahkan helikopter dari Basarnas untuk mempercepat evakuasi. Sejauh ini, baru 6 nelayan yang berhasil kami selamatkan, dan evakuasi masih berlangsung,” ujar AKP Tenda Sukendar.
Penggunaan helikopter sangat membantu dalam mengevakuasi nelayan yang terjebak di lokasi yang sulit dijangkau oleh kapal. “Helikopter memberikan akses cepat ke area yang sulit dijangkau karena kondisi laut yang buruk,” tambahnya.
Selain Basarnas, tim evakuasi juga melibatkan Sat Pol Airud Polres Sukabumi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “Kami terus berkoordinasi dengan semua pihak untuk memastikan semua nelayan bisa segera dievakuasi dengan selamat,” tegas AKP Tenda Sukendar.
Sementara itu, keluarga nelayan yang masih terjebak di laut terus menunggu dengan cemas. “Kami hanya bisa berharap mereka semua segera dievakuasi dengan selamat. Sudah beberapa jam mereka di laut,” ujar salah satu kerabat nelayan yang belum berhasil diselamatkan. (Nanan apon)
editor : Ida











