Tambak Udang di Minajaya Ditolak, Warga Desak Pemerintah Tinjau Ulang

banner 468x60

WH.Sukabumi – Rencana pembangunan tambak udang di kawasan wisata Pantai Minajaya, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, mendapat penolakan dari berbagai elemen masyarakat setempat. Penolakan ini mencuat dalam pertemuan yang digelar di Pantai Minajaya, Minggu (10/11/2024).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah pihak, termasuk jajaran pengurus DPP Jampang Tandang Makalangan, pengurus Pokdarwis Minajaya, perwakilan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Minajaya, KNPI Surade, Karang Taruna, warga penggarap, paguyuban pedagang lesehan dan asongan Minajaya, serta masyarakat sekitar. Para peserta menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap dampak negatif tambak udang terhadap lingkungan dan ekonomi lokal.

“Tambak udang berpotensi mencemari air dan merusak ekosistem di sekitar pantai,” tegas Yusuf Sadam, Ketua Pokdarwis Minajaya. “Penolakan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan pengalaman di wilayah lain, tambak udang kerap menimbulkan masalah lingkungan yang bisa merugikan masyarakat.”

Selain dampak lingkungan, warga juga khawatir tambak udang akan mengancam mata pencaharian para nelayan lokal yang selama ini bergantung pada hasil laut. Wa Bajing, perwakilan warga penggarap, turut menyuarakan penolakannya. “Saya memiliki lahan garapan di lokasi itu, dan saya sangat keberatan jika tambak dibangun,” ujar Wa Bajing.

Ketua Umum Jampang Tandang Makalangan, H. Hendra Permana, S.Sos, menegaskan pembangunan tambak udang akan menciptakan konflik kepentingan dengan pengembangan wisata lokal. “Desa Buniwangi sudah ditetapkan oleh Bappenas sebagai wilayah untuk program pelestarian dan pengembangan tanaman pandan sebagai heritage Pantai Minajaya. Tambak udang akan menghambat rencana besar ini,” jelas Hendra.

Diketahui, PT Berkah Semesta Mandiri (BSM) berencana mengembangkan tambak udang paname di kawasan Pantai Minajaya dengan luas lahan mencapai 100 hektar, di mana 30 persen akan digunakan untuk tambak dan sisanya untuk fasilitas penunjang lainnya.

Masyarakat pun mendesak Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk mempertimbangkan kembali rencana ini. “Kami berharap pemerintah lebih memperhatikan dampak lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan tambak udang sebaiknya dikaji lebih dalam,” ungkap Yusuf Sadam. (Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *