Kotak Aspirasi di Reses Perdana, Wadah Baru untuk Suara Masyarakat

banner 468x60

WH.Sukabumi – Anggota DPRD Sukabumi, Dilla Nurdiansyah, menghadirkan inovasi baru dalam reses perdananya dengan menyediakan kotak aspirasi. Berbeda dari reses pada umumnya, kotak ini dirancang untuk memfasilitasi warga yang tidak sempat menyampaikan pendapat secara langsung.

“Kotak aspirasi ini saya buat agar masyarakat tetap bisa menyampaikan pendapat, meskipun tidak secara langsung. Saya membatasi hanya empat orang yang bisa berbicara langsung saat reses, jadi warga lain bisa menuliskan aspirasi mereka di kertas dan memasukkannya ke kotak ini. Setelah reses selesai, aspirasi ini akan saya buka, input, dan rapatkan untuk diperjuangkan,” kata Dilla.

Masalah Pendidikan dan Kesehatan, Dilla mengungkapkan bahwa dari lima titik reses yang ia kunjungi, sebagian besar aspirasi yang diterima berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan.

“Di bidang pendidikan, banyak sekolah yang kondisinya memprihatinkan dan membutuhkan renovasi. Selain itu, ada juga keluhan mengenai guru honorer yang merasa kurang diperhatikan. Di bidang kesehatan, masyarakat mengeluhkan proses pengobatan yang dianggap terlalu berbelit-belit,” jelasnya.

Ia menambahkan, ada juga aspirasi mengenai sektor pertanian, irigasi, serta penerangan lampu jalan meskipun hal tersebut berada di luar komisinya. “Insyaallah, saya akan tetap perjuangkan melalui berbagai cara,” ujarnya.

Selain sarana pendidikan dan kesehatan, Dilla juga menerima aspirasi terkait perbaikan sarana ibadah, terutama fasilitas MCK di mushola.

“Tempat ibadah sangat penting. Ada mushola di salah satu desa yang tidak memiliki MCK, ini sangat memprihatinkan. Pemerintah mungkin belum tercover, sehingga masyarakat bingung menyampaikan aspirasinya. Tadi ada yang mengusulkan perbaikan mushola, khususnya fasilitas MCK. Insyaallah saya akan perjuangkan,” kata Dilla.

Dalam resesnya, Dilla juga mendengar aspirasi terkait kebutuhan bidan desa. Namun, ia menekankan pentingnya prosedur yang tepat dalam penempatan bidan.

“Penempatan bidan desa harus dengan rekomendasi, tidak bisa sembarangan. Kita tidak ingin asal pilih bidan yang justru memperburuk keadaan. Kalau ada aspirasi seperti tadi, insyaallah saya perjuangkan. Tapi saya tidak pernah berjanji, hanya memastikan akan berusaha semaksimal mungkin,” tegas Dilla.

Dilla menutup resesnya dengan pesan bahwa ia berkomitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat di Dapil 1, meski tanpa memberikan janji berlebihan. “Insyaallah, saya akan berusaha maksimal untuk setiap aspirasi yang disampaikan,” pungkasnya.

(Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *