Sumber Daya Melimpah, Bupati Marwan, Stunting di Sukabumi Harus Hilang

banner 468x60

WH.SUKABUMI – Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi menggelar puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 dengan menyoroti berbagai isu penting, termasuk peningkatan pelayanan kesehatan dan upaya penanganan stunting. Acara ini menjadi momentum untuk merefleksikan pencapaian dan tantangan sektor kesehatan, khususnya di Kabupaten Sukabumi.

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, menegaskan pentingnya pelayanan kesehatan yang merata hingga ke pelosok daerah. “Ada tiga hal yang menjadi fokus: pelayanan kesehatan, membangun kemitraan, dan pembangunan rumah sakit di daerah terpencil. Ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 untuk menciptakan sumber daya manusia yang sehat dan tangguh,” ujar Marwan.

Stunting Masih Jadi Tantangan Utama Dalam konteks penanganan stunting, Marwan menyoroti perlunya perubahan pola pikir masyarakat. Ia menyayangkan bahwa di wilayah dengan sumber daya alam melimpah seperti Sukabumi, kasus stunting masih ditemukan.

“Stunting itu bukan hanya soal intervensi kebijakan, tapi pola pikir masyarakat juga harus berubah. Kita punya sumber daya alam luar biasa, seperti susu segar dan telur, tetapi kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi masih rendah. Ini yang harus kita edukasi,” ungkap Marwan.

Marwan juga menyebutkan bahwa pemerintah daerah telah merancang berbagai program untuk meningkatkan gizi masyarakat, termasuk mengolah hasil perikanan dan sumber daya lokal lainnya agar lebih bermanfaat. “Kalau kita punya ikan melimpah, bagaimana caranya ikan itu bisa diolah dan dibagikan kepada masyarakat. Peran semua pihak, termasuk stakeholder, sangat diperlukan,” tambahnya.

Menurut Marwan, mengatasi stunting tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan. Industri lokal, seperti produsen susu dan makanan sehat, juga harus terlibat. “Di Sukabumi ada pabrik Yakult, Indolakto, dan Soho. Kalau mereka ikut berpartisipasi, seperti produk kurkuma yang bisa membantu penyembuhan stunting, hasilnya akan lebih signifikan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan kesehatan di Sukabumi. “Umur 60 tahun ini harus menjadi refleksi. Layanan rumah sakit, puskesmas, hingga perangkat daerah lainnya harus terus dievaluasi untuk memastikan semua kebutuhan masyarakat terpenuhi,” tegas Marwan.

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, Bupati Marwan optimistis bahwa dengan kolaborasi dan kerja sama semua pihak, Kabupaten Sukabumi mampu mencapai target kesehatan yang lebih baik di masa depan. “Mari kita gerak bersama, sehat bersama. Dengan begitu, mimpi menjadikan Sukabumi bebas stunting bisa tercapai,” pungkasnya. (Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *