WH.BOGOR -Pemerintah Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga Mengadakan Acara Peresmian dan penyerahan Program Ketahanan pangan.sabtu(30/11/2024).

Yusup Mustopa kepala desa purwasari menceritakan terkait ketahanan pangan di desa purwasari, kecamatan Dramaga, kabupaten Bogor.mengatakan kepada awak media warta hukum net, sebetulnya memang ketahanan pangan inikan bagian terpenting untuk masyarakat di desa purwasari,yang pertama karena basis desa purwasari itu basis pertanian di mana isi pertanian itukan ada bidang padi,bidang holti,bidang ternak dan bidang perikanan sehingga kami pemerintah desa purwasari tetap fokus ,tetap hikmat untuk membangun dalam sektor ketahanan pangan di dana desa ,sehingga kita ke jenjang dari 2022,2023,2024 sampai target itu di 2027.
Terutama untuk ikan Harus mencapai target. targetnya adalah itu tentang tersediaan pangan tentang keterjangkauan pangan,tentang keamanan pangan itukan perinsip-perinsip ketahanan pangan sehingga memang tidak akan selesai dalam jangka waktu 1 tahun karena kamipun untuk bidang ketahanan pangan ini.
Contoh untuk,kalau sekarang ajah kita pangan padi ,selain padi itu juga beli alasintanya lalu yang selanjutnya adalah pembesaran ikan yang mana di sana ada investasi masyarakat ikan plus pakanya,sehingga harapannya di sini juga penyelesaian atau pelaksanaan sisnebel deplomen gonesia,sehingga tipologi-tipologi itu mampu kita isi dari 1 sampai 18 sehingga keterkaitan- keterkaitan itu kitapun melaksanakannya itu sehingga kamipun perlu yang namanya pola pentahelix di mana memang kehadiran pemerintah desa meski selalu ada pokmas,ada pengusaha dan akademis dan juga media,sehingga kamipun sadar tidak akan pernah selesai ataupun kami tidak mampu menyelesaikan tanpa ada peran serta dan kemitraan dengan berbagai pihak,baik pihak pemerintahan maupun swasta,nah sehingga tentang kami beralih inipun ada poin 17 SDGS tentang desa bermitra sehingga memang kedepan pangan ini mampu kita selesaikan,bukan hanya ketersedian pangan namun dari sisi perekonomian sehingga saya berperinsip untuk di Purwasari bukan hanya memberikan sebuah kegiatan terhadap masyarakat tapi kami ingin yang kita bina di berdayakan dengan ketahanan pangan mereka mampu menjadi pengusaha sekaligus etropisiopun menyiapkan dan mempersiapkan program hewani untuk perikanan,kemudian mitra apa saja yang sudah berkolaborasi dengan desa,sampai hari ini belum ada kalau memang ada pjsl ataupun csar dari BUMN atau dari perusahaan swasta dan kami tunggu,karena apa harus hadir pengusaha,kalau pangan.pangan murah itu justru saya tidak setuju,kenapa di saat pangan murah,berarti terjadi kerugian di tubuh petani,nah sehingga minimal pangan itu standar,standar petanipun ada untungnya karena kalau harga beras ,harga ikan murah sementara biaya produksinya besar sama saja memiskinkan petani gitu,prinsip saya ,nah sehingga dengan mudah-mudahan dengan hadirnya pengusaha memang mandirisasi ini bisa di capai.jadi bukan hanya menjual mentah tetapi menjual olahan.kerja sama dengan para pengusaha.”ucap, Yusuf Mustopa.
Kalau ada Csar itu lebih ke arah kolaborasi,misalkan apakah perluasan karena untuk pengelola ketahanan pangan ini adil belum tentu sama harus merata,karena kami ingin di saat di berikan terhadap kelompok masyarakat ini menjadi parah engga bisa dan saya mau memberikan yang penting kewajiban bubar,lalu habis.matilah,sakitlah dengan alasan-alasan seperti itu,karena setiap desa saya yakin pernah di bantu oleh pemerintah daerah,pemerintah propinsi maupun pusat tapi untuk di Purwasari belum ada yang berhasil,nah sehingga kami coba dengan ketahanan pangan ini Alhamdulillah sudah nampak ciri- ciri keberhasilan,tetapi di saat memang Hadir csar ataupun pjsl itu untuk perluasan karena untuk pokmas ini hanya beberapa pokmas ,karena ini supaya menjadi fileprojek bagi masyarakat lain bahwa untuk ketahanan pangan selain untuk kesediaan pangan berkelanjutan program adalah kemandirian secara ekonomi dan masyarakat .kalau untuk kendalanya sendiri,kendalanya adalah sebuah pemahaman,tidak semuanya masyaraka
pemahaman,tidak semuanya masyarakat itu motivasinya ingin mengembangkan banyak, contoh di Purwasari beberapa tahun ke belakang dari sektor pertanian ,perikanan,peternakan mendapatkan pembinaan dan pemberdayaan dari dinas tapi tidak ada satupun yang berlanjut ,tapi dengan ketahanan pangan ini ya Alhamdulillah sudah berlanjut tidak habis,beranak,berkembang bahkan ada satu pokmas yang ini bisa gadai kalau meskipun nilainya terbilang sedikit 3 juta rupiah.untuk berkelanjutan bagaimana sistem bisa di jalankan,Yusup Mustopa berharap kemandirian ekonomi,kemandirian pangan,lalu ketersediaan pangan dan masyarakat yang lain harus meniru pokmas yang berhasil sehingga di tahun -tahun berikutnya kita itu akan memberikan pembinaan dan pemberdayaan terhadap pokmas,yang belum mendapatkan,tapi.syarat adalah belajar kepada pokmas yang berhasil.” Pungkasnya. (Rachman/Firmansyah)
editor : Ida











