WH.Maluku – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepulauan Tanimbar Maluku, Edwin Tomasoa, dan jajarannya dinilai gagal mengatasi tingginya malaria sementara merajalela di wilayah ini.

Sesuai pantauan media ini, Kepala Dinas Kesehatan dan jajaranya bagai mana kerjanya selama in, dan dari hasil” Gebrak Malaria” yang telah diperjuangkan sejak 2013 sampai 2018 menunjukan penurunan kasus dari API (Anual Paracite Index) yaitu temuan parasit Plasmodium dalam darah yang menyebabkan Malaria yang dari angka tertinggi di atas 7 turun menjadi 0,1, kini malah meningkat tajam kembali.
API menjadi 5, dengan angka kasus sebanyak lebih dari 400 kasus, dan 3 kematian akibat Malaria. Ironisnya semua puskesmas yang diakreditasi rata – rata mendapatkan predikat paripurna, patut dipertanyakan antara hasil di atas kertas dan kejadian di lapangan.
Dalam hal ini kepala Dinas Kesehatan beserta seluruh jajarannya jangan santai dan diam saja. Kerja terkesan paling sibuk jalan ke sana ke mari di kantor waktu luang dipakai main pompong dan main Game HP. Mau dibawa ke mana dunia kesehatan Tanimbar? belum lagi angka kejadian kasus TBC Paru yang makin meningkat.
TOS TB hanyalah sebuah slogan, yang dikuatirkan adalah penularan penyakit-penyakit yang dimaksud adalah ancaman bagi semua masyarakat Tanimbar karena penyakit menular tak memandang jabatan maupun status sosial. MIRIS MEMANG. Menteri Kesehatan mohon melirik Tanimbar. (Hendrik)
editor : Ida











