WH.SUKABUMI – Sejumlah objek wisata di kawasan Pajampangan, Kabupaten Sukabumi, tampak sepi pengunjung selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Pantauan di lapangan menunjukkan wisatawan belum memadati destinasi-destinasi di Sukabumi Selatan, termasuk kawasan Geopark Ciletuh, yang biasanya ramai pada masa liburan seperti ini.
Kondisi ini menjadi keluhan para pelaku wisata, khususnya mereka yang menggantungkan penghasilan pada momen liburan. Salah satunya adalah H. Eden, penyedia jasa homestay di Pantai Palangpang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas. Ia mengaku penurunan jumlah kunjungan wisatawan tahun ini sangat signifikan.
“Biasanya empat hari sebelum libur panjang sudah macet di sini. Sekarang, jauh berkurang,” ujar H. Eden saat dihubungi, Sabtu (28/12/2024).
Menurutnya, dampak bencana longsor, banjir, dan pergerakan tanah beberapa pekan lalu menjadi penyebab utama turunnya kunjungan wisata. Selain itu, banyak tamu yang telah memesan penginapan membatalkan reservasi mereka karena khawatir dengan kondisi di lapangan.
Akses Jalan Rusak dan Informasi Keliru
Berdasarkan pantauan di lokasi, kerusakan sejumlah akses jalan menuju kawasan Geopark Ciletuh akibat bencana menjadi salah satu faktor sepinya wisatawan. Upaya pemulihan pun sudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi, seperti penyelenggaraan Ciletuh Geopark Festival pada 13-14 Desember 2024. Namun, kondisi ini belum cukup untuk mengembalikan minat wisatawan.
Selain itu, H. Eden mengungkapkan adanya informasi yang salah turut memperburuk situasi. Beberapa calon wisatawan mendapatkan kabar bahwa kawasan Geopark Ciletuh ditutup, sehingga banyak yang membatalkan perjalanan mereka.
“Beberapa tamu saya bilang, saat mereka bertanya di jalan menuju Ciletuh, ada orang yang bilang kawasan ini ditutup. Akibatnya, mereka langsung memutar balik,” ungkapnya.
H. Eden menambahkan, fenomena tersebut sering terjadi di Pertigaan Kampung Loji, pintu masuk utama menuju kawasan Geopark Ciletuh. Orang yang memberikan informasi keliru kemungkinan tidak mengetahui kondisi terbaru, sehingga menyebabkan kesalahpahaman di kalangan wisatawan.
H. Eden dan pelaku wisata lainnya berharap pihak terkait, seperti Dinas Perhubungan atau Kepolisian, menempatkan petugas di titik-titik strategis untuk memberikan informasi yang akurat kepada calon wisatawan.
“Kalau ada petugas di Pertigaan Loji, mereka bisa memberikan informasi yang benar. Ini sangat penting agar wisatawan tidak ragu untuk datang,” harapnya. (Nanan apon)
editor : Ida











