WH.Sukabumi – Setelah sempat akan terhenti dan menjadi sorotan karena dugaan kasus pelecehan oleh oknum panitia, ajang Pemilihan Putri Nelayan di kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi kini kembali hadir dengan sejumlah perubahan.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi, memastikan bahwa pemilihan Putri Nelayan akan kembali dilaksanakan tahun ini. Ia menyebutkan ada penyesuaian dalam mekanisme pelaksanaannya.
“Untuk tahun ini, pemilihan tetap digelar, tetapi tanpa karantina. Semua proses akan dilakukan secara bertahap dan langsung melibatkan panelis yang akan menyosialisasikannya ke sekolah-sekolah,” ujar Sendi saat dihubungi via telepon WhatsApp, Sabtu (4/1/2025).
Sendi menjelaskan bahwa pelaksanaan tahun ini akan lebih diarahkan untuk memprioritaskan putra-putri dari keluarga nelayan. “Peserta akan diambil dari kalangan putra-putri nelayan. Tidak sepenuhnya terbuka untuk umum seperti sebelumnya. Namun, tetap ada kategori khusus bagi putra-putri Sukabumi, termasuk Palabuhanratu,” jelasnya.
Terkait jadwal, persiapan ajang ini direncanakan berlangsung pada bulan Maret hingga April. “Dari panitia, disebutkan persiapannya baru dimulai setelah bulan Maret. Ini juga bertepatan dengan Hari Nelayan yang masuk dalam Kalender Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf. Jadi, ada dua kegiatan yang disiapkan, baik untuk masyarakat lokal maupun skala nasional,” paparnya.
Keputusan menghapus karantina dijelaskan sebagai bagian dari penyesuaian agar lebih efektif. “Tidak ada kaitannya dengan kasus sebelumnya. Kami hanya ingin kegiatan lebih efisien dan bermutu. Fokusnya adalah memberikan penguasaan materi yang lebih kuat, seperti kelautan, ketahanan pangan, dan lainnya,” tegas Sendi.
Ia menambahkan bahwa proses seleksi tetap melibatkan tim yang berkompeten. “Ada kurator profesional yang kami libatkan untuk memastikan semua berjalan lancar. Kami juga akan memantau agar pelaksanaannya tetap sesuai dengan aturan,” tutupnya. (Nanan apon)
editor : Ida











