WH.Sukabumi – Kisah perjuangan siswa siswi SDN Bungur, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, yang rela berjalan walaupun jalan terjal dan licin juga belok- belok hingga makan di pinggir jalan demi mendapatkan makanan bergizi gratis, sempat viral di TikTok. Video berdurasi 29 detik milik akun RV Fatur ini ramai diperbincangkan karena menunjukkan semangat anak-anak sekolah di tengah keterbatasan.

Kepala SDN Bungur, Kusyanto, menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi saat hujan deras mengguyur Sukabumi selama dua hari tanpa henti, bersamaan dengan bencana banjir dan putusnya Jembatan Cimandiri. “Waktu itu hujan tidak berhenti, sehingga anak-anak tidak memungkinkan membawa makanan dari sekolah ke rumah. Kami akhirnya memutuskan untuk memperbolehkan mereka makan di tempat,” ujar Kusyanto, Senin (8/1/2025).
Menurut Kusyanto, kondisi itu sempat berlangsung pada Desember 2024, saat musim hujan mencapai puncaknya. “Anak-anak sampai harus makan di pinggir jalan karena akses ke sekolah sulit. Untungnya sekarang sudah lebih baik, kami menggunakan jasa ojek untuk mengantar makanan ke sekolah,” tambahnya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Bungur telah berjalan sejak awal 2024. Kusyanto mengatakan, SDN Cibungur menjadi salah satu pilot project pemerintah dalam program ini. “Sejak Januari 2024, anak-anak mendapatkan makan siang gratis dengan menu bervariasi setiap hari, termasuk protein, susu, dan buah,” jelasnya.
Sebanyak 164 siswa di sekolah tersebut mendapatkan manfaat dari program ini. “Dengan adanya MBG, semangat belajar anak-anak meningkat. Kehadiran mereka lebih baik, dan tingkat konsentrasi pun makin bagus,” ungkap Kusyanto.
Perjuangan Anak-anak Mendapatkan Makanan Sebelum ada jasa ojek, anak-anak harus mengambil makanan sendiri ke jalan raya yang berjarak sekitar 300 meter dari sekolah dengan medan curam. “Kalau cuaca bagus, anak-anak membawa wadah bekas makanan kemarin dan makan sebelum masuk sekolah. Tapi kalau hujan, mereka harus makan di pinggir jalan,” terang Kusyanto.
Salah satu siswa kelas 6, Siti Nur, mengaku kini merasa lebih nyaman setelah makanan diantar langsung ke sekolah. “Sekarang lebih enak. Dulu sedikit cape dan kadang mengganggu pelajaran. Tapi sekarang sudah diantar, jadi lebih nyaman,” ujarnya.
Siti juga menyebut menu makanan yang disediakan cukup bervariasi. “Ada daging, tahu, sayur, buah seperti jeruk, salak, dan melon. Kadang rasanya enak, kadang ga ada rasanya, tapi lebih kenyang,” kata Siti. (Nanan apon)
editor : Ida











