WH.Sukabumi – Sebuah kisah memilukan datang dari sebuah keluarga di Kampung Cimandeu RT 03/06, Desa Kalaparea, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Akibat kesulitan ekonomi, mereka terpaksa menggantungkan hidup dari singkong pemberian tetangga lantaran tak mampu membeli beras.
Kisah ini dialami oleh pasangan suami istri TN (35) dan AP (38). Kondisi sulit mulai mereka rasakan sejak AP, yang sebelumnya menjadi tulang punggung keluarga, kehilangan pekerjaannya setelah habis kontrak dengan sebuah perusahaan tempat ia bekerja.
“Sejak habis kontrak kerja, suami saya bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, penghasilannya tidak menentu. Dia juga jarang pulang karena tidak memiliki kendaraan lagi,” ujar TN kepada wartawan, Selasa (13/1/2025).
Situasi semakin memburuk karena keluarga ini terlilit utang ke bank emok dan koperasi. TN mengaku sering bersembunyi untuk menghindari petugas penagih utang. “Kadang-kadang saya sembunyi karena tidak punya uang untuk membayar utang,” tuturnya.
Untuk bertahan hidup, TN bekerja sebagai kuli pengrajin layang-layang, sementara suaminya tetap bekerja serabutan. Namun, hasil kerja mereka tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Saat ini suami saya bekerja sebagai kuli serabutan, dan saya membuat layang-layang. Tapi, layangan sedang sepi pembeli, jadi tidak ada pendapatan lain selain menunggu kiriman dari suami,” ungkap TN yang memiliki seorang balita berusia 1 tahun.
Dengan mata berkaca-kaca, TN berharap ada pihak yang peduli dan mau membantu meringankan beban hidup keluarganya. Meski begitu, ia mengaku takut dan malu jika kisah keluarganya menjadi viral.
“Alhamdulillah, hari ini kami masih bisa makan berkat pemberian beberapa potong singkong dari tetangga,” tutupnya. (Nanan apon)
editor : Ida











