WH.Sukabumi – Dewi (47), istri dari korban pembunuhan di Tajur, menceritakan komunikasi terakhirnya dengan almarhum suaminya, seorang sekuriti, sebelum kabar duka itu tiba. Menurut Dewi, ia terakhir berbicara dengan almarhum pada Kamis malam, sehari sebelum tragedi.
“Pas malamnya sempat nge-chat, katanya habis melerai majikan yang mau dicekik anaknya. Setelah itu, tidak ada kabar lagi sampai Jumat siang, baru dapat kabar dari adik dan Pak Sekdes kalau suami saya dibunuh oleh anak majikannya,” ungkap Dewi, Jumat (17/1/2025).
Dewi menyebut suaminya sempat mengeluh soal gaji yang sering terlambat. “Cuman curhat soal gaji yang suka telat. Kata saya pindah kerja saja, tapi dia bilang tanggung, mau habis Lebaran dulu,” tambahnya. Suaminya baru bekerja lima bulan di tempat tersebut setelah sebelumnya menjadi sekuriti di Bogor.
Dewi mengungkapkan bahwa almarhum adalah sosok yang sangat bertanggung jawab kepada keluarga. “Dia itu penyayang, selalu mementingkan anak-anak daripada orang tuanya. Orangnya juga nggak neko-neko,” kata dewi
Namun, rasa kehilangan begitu mendalam baginya, terlebih karena anak bungsu mereka masih kecil. “Ya Allah, banget kehilangan. Mana anak saya masih kecil. Harapan saya pelaku dihukum seberat-beratnya,” ungkap dewi
” Di tempat yang sama Aris Munandar, kakak ipar korban, juga mengungkapkan kekecewaan keluarga terhadap pihak pelaku dan perusahaan tempat korban bekerja. “Sampai sekarang belum ada itikad baik dari pihak pelaku maupun perusahaan. Kita sangat kecewa,” ujar Aris.
Ia juga mengatakan kebingungan keluarga dalam menghadapi situasi ini, terlebih karena korban adalah tulang punggung keluarga. “Keluarga benar-benar bingung. Anak-anaknya masih harus sekolah, dan keluarga sangat bergantung pada korban,” lanjutnya.

Hingga saat ini, belum ada perwakilan dari perusahaan atau pihak keluarga pelaku yang datang ke rumah duka. “Fokus kita dari kemarin itu hanya untuk menyediakan tempat istirahat almarhum. Setelah selesai, baru kita pikirkan jalur hukumnya seperti apa,” tutup Aris. (Nanan apon
editor : Ida











