WH.BOGOR – Minggu(26/01/2025). Suhendar ketua PAC pemuda Pancasila(PP) kecamatan Dramaga menjelaskan kepada awak media warta hukum net, Saya selaku Ketua PAC pemuda Pancasila kecamatan Dramaga.ya intinya Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada panitia isra’ mi’raj mesjid Jami ALMALIK.karna menurut saya ini suatu penghargaan yang luar biasa jadi pemuda Pancasila itu di ajak ngaji. ini untuk implementasi kita saling memanusiakan, manusia jadi jangan sampai kita nih yang sudah di anggap sampah masyarakat. yang di anggap jelek kita di lepas begitu saja.
Nah ini DKM Mesjid ini mengajak kita jadi yang namanya manusia. itu yah hanya bisa mengajak dan mengingatkan, jadi tidak apa apa kita di anggap jelek juga.
Tapi saya ingin menunjukan bahwa anggota pemuda Pancasila itu ya tidak begitu semuanya,karena ada pepatah kata orang dari haram jadah ke sajadah. Sekarang ya kita buktikan.
Sekarang jadi memang betul anggota saya ada yang mungkin secara ahlak kurang bagus tapi banyak juga anggota saya yang secara ahlak bagus kesehariannya dia bergaul di masyarakat dia punya nilai plus,ada juga anggota saya yang ustad ,haji ada yang jadi RT ada yang jadi RW nah itu tidak boleh ketutup oleh tingkah laku yang tadi yang saya bilang oknum. ya kan masyarakat hanya bisa melihat satu sisinya saja yaitu sisi jeleknya, padahal banyak anggota saya punya sisi baiknya. nah ini, saya hadir ini ingin menunjukan ke masyarakat ini loh pemuda Pancasila,jadi saya sangat berterima kasih kepada DKM panitia peringatan isra’ mi’raj ini gitu.”ucap suhendar.
Ya, kalau sebetulnya gini yah peringatan isra’ mi’raj tadi di sampaikan itu sebenarnya wilayah ustadz yang menjelaskan tapi di ke sempatan ini saya ingin mengajak kepada masyarakat terutama yah ini budaya kita,ini di kesempatan ini karena semua unsur masyarakat hadir ini saya manfaatkan untuk mengingatkan kembali pentingnya jiwa gotong royong,semangat gotong royong karena apa dengan gotong royong semua pekerjaan itu akan selesai dengan mudah dan cepat dan akan sangat menghemat , pembiayaan,pembelanjaan karena apa komponen- komponennya sudah ada di gotong royong itu,ada dengan tenaga, waktu,pemikiran,materi dan lain-lainnya,nah saya kaitkan dengan kebijakan-kebijakan , pelaksanaan-pelaksanaan pekerjaan yang ada di lingkungan desa,nah contohnya apa seperti pekerjaan jalan lingkungan kan harusnya potensi-potensi masyarakat yang ada di sekitar itu di libatkan,yang kita Taukan semua oleh pihak ketiga di borongin contoh samisadelah. Samisade itu seharusnya menggali potensi masyarakat, masyarakat punya tenaga,punya waktu,punya pemikiran saya yakin juga materi mau berkorbanlah ya tadi saya bilang istilah air-airran pasti keluarlah gitukan, inikan tidak di gairahkan kembali, tidak di aktifkan di gotong royong bahkan di pekerjakan oleh pihak ketiga,yang jelas pihak ketiga. ya pastilah ada vi yang berbagi,dari pembelanjaan dari pekerjaan itu.saya ingin ke anggota saya kalau bahasa inimah jangan minder ( jangan kecil hati) terus melangkah, terus bergerak berbuat yang baik di masyarakat, jangan kita kecil hati bahwa kita ini di kecilkan dengan bahasa bahwa kita ini premanisme, bahwa kita ini yang di bilang apa,sampah masyarakat ya ada,mungkin juga Masalah dosamah lebih banyak mereka yah, mereka yang suka manipulasi, mereka yang suka merekayasa.

Kitamah jelas minta puguh mentana gitukan,nah dalam hal itu hanya Allah yang tau saya bilang terus aja berbuat jangan kecil hati. Suhendar berharap saya ini ingin terus terjalin hubungan seperti ini.ini jangan sampai kita di cap jelek tapi kita tidak pernah di ajak untuk baik gitu ajah.itu bisa ngaji tapi teu di ajak ngaji gitu,nah dengan ini kita di kasih ruang,di kasih semangat yuk kita ngaji bareng itu maksudnya.”pungkasnya. (Rachman/Hoeriyah)
editor : Ida











