Sepi Murid, SDN Gulemeng di Sukabumi Terancam Tutup?

banner 468x60

WH.SUKABUMI – Sekolah dasar negeri yang dulu menjadi pilihan utama orang tua kini menghadapi tantangan besar. Di Kabupaten Sukabumi, beberapa SD mengalami penurunan jumlah siswa secara drastis. Salah satunya adalah SDN Gulemeng di Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, yang pada tahun ajaran 2024/2025 ini hanya memiliki 35 siswa.

” Dari pantauan di lokasi, suasana SDN Gulemeng tampak sepi. Tak ada lagi hiruk-pikuk khas sekolah dasar di pagi hari. Bahkan, untuk tahun ajaran baru ini, sekolah tersebut hanya menerima empat siswa baru.

Kepala SDN Gulemeng, Rahmatulqudus, mengakui walaupun jumlah murid di sekolahnya semakin menurun dari tahun ke tahun tapi tetep masih semangat untuk mengajar. Untuk tahun ajaran ini, kelas 1 hanya memiliki 4 siswa, kelas 2 ada 3 siswa, kelas 4 sebanyak 12 siswa, kelas 5 ada 8 siswa, dan kelas 6 hanya 2 siswa.

“Walaupun siswa sedikit, kami tetap berusaha memberikan pendidikan terbaik. Tidak ada pilihan lain selain tetap mendidik dengan sepenuh hati,” ujar Rahmatulqudus, Jumat (30/1/2025).

Menurutnya, jumlah murid yang sedikit memang memudahkan dalam membimbing siswa, tetapi ada kekurangan dalam hal kompetisi akademik dan sosial.

” Rahmatulqudus menjelaskan, penyebab utama minimnya siswa di SDN Gulemeng adalah lokasinya yang kurang strategis. Banyak orang tua lebih memilih menyekolahkan anaknya ke SD di luar kecamatan, meskipun harus berjalan kaki jauh dan menyeberangi jembatan gantung.

“Padahal, jika dilihat dari kondisi jalan, SDN Gulemeng lebih mudah diakses dibanding sekolah lain seperti SDN Cijambe di Kecamatan Jampang Kulon,” tambahnya.

Berbagai upaya sudah dilakukan untuk menarik minat orang tua agar menyekolahkan anaknya di SDN Gulemeng. Bahkan, sekolah ini memiliki beberapa prestasi akademik dan non-akademik. Namun, jumlah murid tetap stagnan.

Saat ini, SDN Gulemeng memiliki lima tenaga pengajar, terdiri dari tiga guru PNS dan dua honorer. Pihak sekolah berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas agar sekolah ini tidak semakin sepi hingga akhirnya ditutup atau digabung (merger) dengan sekolah lain.

“Kami ingin pemerintah menerapkan sistem zonasi dengan ketat agar anak-anak sekitar bersekolah di sini. Kami tidak ingin sekolah ini di-merger atau dijadikan kelas jauh,” tegas Rahmatulqudus.

Menanggapi hal ini, Kasi Kesiswaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Cakra, menyatakan pihaknya akan segera melakukan pendataan dan survei ke lokasi.

“Kami akan cek langsung ke lapangan. Setelah pendataan selesai, akan ada keputusan lebih lanjut,” ujar Cakra saat
dihubungi, Jumat (31/1/2025). (Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *