Alami Luka Yang Bervariasi, Korban Kecelakaan Tunggal Leter S Cikidang Dirujuk Ke RS Sayang Cianjur

banner 468x60

WH.Sukabumi – Kecelakaan lalu lintas tunggal yang terjadi di Jalan alternatif Cibadak-Palabuhanratu menyebabkan para penumpangnya menjadi korban, dan kini mereka akan dirujuk ke Rumahsakit Sayang Cianjur, Senin (03/02/25).

“Korban ini mengalami trauma benturan, luka ada juga yang patah tulang dan cedera kepala, tentunya kami rujuk ke rumah sakit yang lebih tinggi kami rujuk ke rumah sakit Sayang Cianjur,” kata Dokter IGD RSUD Palabuhanratu, Raditya Nugraha, saat ditemui awak media.

Raditya menyebut, jumlah korban yang ia tangani ada 11 orang dengan luka yang bervariasi dari yang ringan sampai yang paling berat.

“Yang kami terima ada yang putus lengan kanan seorang perempuan, usia kira-kira 59 tahun, kami sudah lakukan stabilisasi dan kami rujuk ke rumah sakit Sayang Cianjur sesuai domisili para korban,” jelasnya.

Lebih lanjut, Raditya menyampaikan, kondisi para korban secara keseluruhan saat ini sudah berangsur membaik.

“Jadi saat masuk sampai saat ini stabil cuman memang yang satu Ny. E itu saat masuk kondisinya kritis, tapi sudah kami stabilisasi dan sekarang kondisinya sudah berangsur membaik. Untuk sopir mengalami cidera tangan,” terangnya.

“Tadi ada juga yang hamil, mengalami cidera bahu, kepala, dan tapi setelah observasi, kami pantau kondisinya sudah
membaik, dan kondisi bayinya pun selamat, sudah diperiksa nakes dan normal kami rujuk ke rumah sakit sayang Cianjur,” bebernya.

Sementara itu, salah seorang bagian dari rombongan yang berada di mobil lain, Rafli Alfaiz mengatakan, mereka berencana akan mengunjungi tempat rafting yang berada di wilayah Cikidang Sukabumi.

“Rencananya ke Caldera tempat rafting, kebetulan kalau kendaraan yang kecelakaan itu ada di 13 orang, dan di mobil yang saya tumpangi ada 8 orang, termasuk saya juga,” ujarnya.

“Kebetulan yang di mobil yang kecelakaan itu ada dari Dekan, wakil dekan, staf dosen dan admin juga,” terangnya.

Terkait kecelakaan yang terjadi, Rafli menyampaikan, rem mobil berfungsi dengan baik akan tetapi dimungkinkan jika sopir yang mengendarai kurang hafal dengan medan jalan sehingga mobilnya menjadi kurang keseimbangan.

“Intinya disini karena kebetulan dari pihak sopirnya bawa 13 orang, ditambah juga sopirnya juga mungkin kurang tahu medan jalan, jadi terkena benturan sehingga jadinya mobilnya juga kurang keseimbangan,” jelasnya.

“Kalau rem berfungsi juga karena tadi sempat ditanyakan juga katanya berfungsi, cuman memang tidak stabil dijalan saja, iya mungkin sopirnya tidak tahu medan jalan,” pungkasnya. (Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *