WH.Brebes- Petani Desa Cimohong Walk Out saat audensi dengan pihak PT Dehan Global,hal tersebut buntut penolakan PT Dehan Global untuk memberikan kompensasi terhadap petani pemilik lahan pertanian yang diduga terdampak limbah air buangan dari pabrik garmen milik PT Dehan Global.

Perwakilan manajemen PT Dehan Global, Nanang, saat audensi yang ke tiga kalinya di aula kantor Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Nanang menyampaikan, bahwa pimpinan kami belum bisa memenuhi tuntutan para petani,karena hal tersebut memerlukan kajian lebih lanjut. Pimpinan kami menyampaikan,saat ini belum bisa memenuhi tuntutan kompensasi yang di inginkan para bapak-bapak, ucapnya dihadapan para petani,Jumat 14/02/2025.
Mendengar pernyataan tersebut para petani pemilik lahan,secara spontanitas melakukan walk out dan bergerak menggeruduk PT Dehan Global.Sesampainya di depan pabrik garmen milik PT Dehan Global,para petani pemilik lahan,meminta supaya bisa masuk guna bertemu langsung dengan Big Bos PT Dehan Global.
Namun pintu gerbang di tutup oleh pihak pabrik,sehingga memicu kemarahan para petani dan menyerukan akan menggelar aksi unjuk rasa dengan membawa masa yang lebih besar,yang rencananya akan di gelar pada hari Rabu mendatang.
Dalam aksinya tersebut para petani pemilik lahan mendapat kawalan ketat dari jajaran anggota Polres Brebes dan Koramil Bulakamba.Bambang,perwakilan petani yang diduga terdampak, kepada awak media mengatakan,kami para petani sudah cukup sabar, pasalnya sudah tujuh tahun terakhir para petani tidak bisa mengolah lahan pertaniannya.Menurut Bambang,pihak PT Dehan Global sudah sewenang-wenang terhadap petani Desa Cimohong.
Bambang,menyayangkan pemerintahan Kabupaten Brebes dan Dinas terkait yang seolah-olah tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat petani, seharusnya Pemda Kabupaten Brebes dan Dinas terkait, terlebih para anggota wakil rakyat,jangan ketika mau pencalonan saja turun ke masyarakat.
Tapi ketika masyarakat petani pemilik lahan yang diduga terdampak, diabaikan oleh pihak PT Dehan, harusnya mereka ada di barisan terdepan membela kepentingan masyarakat petani,”tandasnya.
Salah satu tokoh masyarakat yang mendampingi petani Desa Cimohong,Amrulloh ,di halaman PT Dehan Global,menyerukan akan menggelar aksi unjuk rasa,guna menuntut keadilan bagi petani Desa Cimohong.
Dikatakan Amrulloh,tuntutan para petani pemilik lahan yang diduga terdampak,dari mulai tahun 2018 hingga tahun 2025 ini,pihak PT Dehan Global tidak ada itikad baik untuk memberikan kompensasi atau ganti rugi,maka kami para petani Desa Cimohong akan menggelar aksi unjuk rasa dengan membawa masa yang lebih besar.
Setelah melakukan orasi dan tidak ada perwakilan dari manajemen PT Dehan Global yang keluar,para petani pemilik lahan, membubarkan diri dengan tertib.
Pewarta:Haryoto
Investigasi Biro Brebes Wartahukum.net
editor : Ida











