WH.BOGOR – (18/2/25). Ketua komisi IV.H wasto S,hut,mp,d, menyampaikan dan menjelaskan kepada awak media warta hukum net. Inilah yang di jelaskan H.wasto.ada tentang infrastruktur,tentang kemacetan, tentang pendidikan yah,kalau kemacetan inikan jalur utama jalur macet inikan jalan negara kemudian jalan yang rusak jembatan cinangneng usulanya ada flay over ada juga resarea ada juga pelebaran jalan itu semua kita respon yang penting ada dokumen usulan karena itu jalan negara maka kami akan sama-sama mengawal untuk di usulkan ke kabupaten nanti kabupaten di teruskan ke pusat dan kami titipkan juga ke anggota DPR-RI masing-masing dari davil.

untuk terkait adanya monyet liar di sinarsari ketua komisi IV menanggapinya ya harus tim-tim pemerintah daerah yang menangani biasanya BKSDA segera mohon turun untuk menangani itu, mohon segera di tindak lanjuti di amankan dan supaya masyarakat merasa aman dan nyaman dari gangguan lingkungan.
kemudian di tempat yang sama sekertaris komisi IV DPRD kabupaten Bogor.H. M.Hasani,ST. Menambahkan saya liat dari audensi tadi mereka sudah cukup puas yah,dengan yang di sampaikan usulan maupun jawaban dari kami para anggota dewan,ya tinggal anggota dewan mengawal supaya program dari Musrenbang usulan yang tadi di sampaikan juga supaya terealisasilah gitu, urgent yang paling pertama.
satu masalah kemacetan, karena kemacetan ini kita sudah menderitalah gitulah,menyiksa masyarakat,menyiksa kami juga,terlebih kami juga perioritas yang jembatan cinangneng yah, ya saya sudah sampaikan ke pupr kalau pupr tidak bergerak dewan yang akan bergerak.kami sudah mengusulkan ke pusat yah,ke dewan provinsi ke UPT provinsi juga di dorong proposal usulan dari pemerintah kabupaten kepusat yah,kita jugakan ada perwakilan di sana DPR-RI yang dapilnya dari Bogor, kabupaten Bogor otomatis kita juga akan menyampaikan ke beliau-beliaulah.
jadi ini tetap untuk prioritas ke pusat karena inikan jalan nasional kita tidak berhenti di sini,apa ga mempan engga terealisasi lewat pintu satu kita akan pake pintu dua ga mempan di pintu dua kita akan pake pintu tiga karena kita punya persiden yang domisili di kabupaten Bogor,kita harus bisa memanfaatkan keberadaan beliaulah gitu.” Pungkasnya. (Rachman/Hoeriyah)
editor : Ida











