WH.BOGOR – Selasa(25/2/25).Wakil Bupati (Wabup) Bogor H.jaro Ade menjelaskan kepada awak media warta hukum net, alhamdulillah kegiatan hari ini saya di dampingi pa Dandim,pa asisten pembangunan, kepala dinas Disperindag dan tadi dengan bina marga juga menindak lanjuti sesuai arahan pak bupati,pak Rudi Susmanto jadi pertama saya liat pasar dulu,pasar Leuwiliang ternyata masih cukup bisa di kendalikan oleh pemerintah kabupaten Bogor melalui Disperindag dan pengelolaan pasar oleh PD pasar.
Tadi harga juga sudah kita cek cabe dan yang lain-lain liat di daftarnya cukup bagus masih mereka menjual di bawah harga yang di tentukan oleh pemerintah, selanjutnya saya di perintahkan pak bupati untuk melihat rencana jalan alternatif dari Leuwiliang yang menuju ATS,pak bupati berpesan kepada saya pa wabupkan orang Bogor Barat,pa Wabup yang merasakan kemacetan dari Leuwiliang kalau ke Bogor pastikan pa Wabup liat lokasi dan nanti kordinasi serap anggaran yang sudah di siapkan oleh pemerintah daerah melalui kebijakannya pak bupati agar tahun ini betul-betul bisa direalisasikan,maka tadi saya membawa teman-teman dari binamarga titiknya di mana dan ini menjadi komitmen bersama pak bupati dan wakil bupati terkait dengan jalan poros karena kemacetan yang cukup luar biasa dari barat saya juga merasakan masyarakat kabupaten Bogor juga merasakan Sehingga harus ada solusi-solusi yang memang di lakukan jangka pendek menengah dan jangka panjang.
Selanjutnya kita cek kesediaan beras yang ada di Bulog,saya dulu ke Bulog ini di saat masih ketua DPR,jadi hari ini saya berkunjung ke Bulog. Sudah wakil bupati Alhamdulillah yah, sehingga sinergi dari dulu dengan pemerintah daerah Bulog cukup luar biasa apalagi saat sekarang di tambah lagi program yang harus bersinergi TNI,PORLI termasuk pemerintah daerah bupati dan wakil bupati dan pihak bulog karena ini juga arahan dari bapak presiden di saat pembekalan kepada pak gubernur wakil gubernur, pak bupati wakil bupati, walikota dan wakil walikota salah satunya tentang persoalan pertanian ketahanan pangan jadi insyaallah tinggal nanti pak Dandim sistemnya dengan Bulog, dengan pemerintah daerah dengan Disperindag di matangkan kalau masyarakat pas jual gabah mekanisme pembeliannya seperti apa karena ga boleh juga di hutang pa harus ches.”ucapnya.
Nanti gabah yang di panen di beli dengan harga yang bagus sesuai arahan dan tidak keluar dulu dari kabupaten Bogor kan gitu,penuhi dulu kebutuhan kita termasuk juga di Indonesia jadi kebutuhan Indonesia dulu kita tidak boleh ke luar gabah maupun beras,itu saja memang yang di arahkan pak bupati dalam waktu kegiatan hari ini karena besok saya harus berangkat juga ke Magelang baru dapat surat dari pak menteri dalam negeri melalui pak Wamen harus mengikuti kegiatan repret cuman saya tinggal kegiatan yang terakhir yang berat-beratnya sudah di lakukan oleh pak bupati yah,yah jadi kitakan tidak bisa intervensi mereka punya lahan,punya sawah terus juga ada kerjasama dengan misalnya dengan tengkulak tapi kalau pemilik lahannya orang Jakarta ga mungkin pinjem uang ke tengkulak justru yang pinjam uang ke tengkulak itu masyarakat-masyarakat yang sangat membutuhkan di antaranya buat beli pupuk di saat kelangkaan pupuk nah mudah-mudahan ini tidak terjadi, walaupun terjadi ada tengkulak yang memang membeli dengan harga yang murah karena dia sudah memberikan pinjaman inilah akan di lakukan pendekatan lobi-lobi supaya sama-sama tidak di rugikan.

Lalu terkait dengan yang beredar beras petani ,kalau masalah itu nanti di jelaskan oleh pak kadis Disperindag stok beras kepala Bulog nanti mekanisme pa Adi dan lainnya dengan hormat pak Dandim menyampaikan ,baik terimakasih kami bersama Bulog telah melaksanakan sergapa( serapan gabah panen) ini kami sudah lakukan terkait mekanismenya dari pihak kami dari kodim mensosialisasikan kepada para petani terkait harga gabah yang akan di serap itu seharga 6500 gabah kering ( kering panen) kemudian untuk harga beras di angka 12 ribu sesuai harga yang di tetapkan tadi ada sedikit
Harga beras di angka 12 ribu sesuai harga yang di tetapkan tadi ada sedikit terkait adanya tengkulak itu kami di perintahkan untuk melaporkan apabila ada tengkulak yang membeli harga gabah di bawah itu
Di bawah yang sudah di tentukan itu tentunya kita wajib untuk melaporkan sehingga harga gabah yang di terima oleh petani 6500 yah itulah harga yang telah ambil kemudian langsung di bayar.
Untuk teknis penggilingan jadi di sini kami berkolaborasi dengan pihak bulog menentukan tempat-tempat giling yang terbesar kira-kira mencukupi di situlah tempat untuk menggiling padi sehingga Bulog habis menerima gabah itu bisa di giling di situ, tentunya di spot-spot yang terdekat kemudian setelah itulah dari pihak bulog mengangkut ke sini dalam bentuk beras yang untuk di antisipasi nanti mungkin di bulan Maret atau April ini dari pihak bulog harus menyediakan tempat yang luas( tambahan) karena tadi kami mendapat laporan bahwa itu sudah di sediakan bahwa itu sudah di sediakan tentunya kita tidak perlu kuatir tentang hal ini.kepala Bulog Yanto Nurdiyanto menambahkan juga temen-temen ga usah hawatir stok yang tersedia stok di Bulog pada saat ini kurang lebih 5400 ton kemudian dengan adanya penyerapan dari petani tadi yang di sampaikan oleh pak Dandim betul kami sudah mulai menyerap di daerah timur itu di Jonggol,Cariu dan Cileungsi sudah kami serap Alhamdulillah sampai saat ini sudah mencapai 100 ton lebih,nah tetap kami untuk tambahan stok ini memfokuskan di wilayah-wilayah panen kami juga sudah mendapatkan data yang potensi panen kemudian kerjasama dengan pak Dandim lewat Babinsa melaporkan ke kami di mana ada tempat panen nah dengan di sampaikan informasi itu kami ada tim jemput gabah yang lanjut ke lapangan dalam mekanismenya sangat sederhana kami beli 6500 itu di angkut di sawah petani hanya membawa gabahnya ajah di jemput di masukan ke truk dan kami bayar sangat sederhana ketika petani punya rekening bah itu lebih cepat menurut saya.”pungkasnya.
(Rachman/Firmansyah)
editor : Ida











