Keluarga Samson Datangi SPI Sukabumi, Tuntut Keadilan atas Kematian yang Diduga Tidak Wajar

banner 468x60

WH.Sukabumi – Keluarga Suherlan alias Samson (33) mendatangi Serikat Pengac9aara Indonesia (SPI) Kabupaten Sukabumi untuk mencari keadilan ata8P

Ps kematian almarhum yang mereka anggap tidak manusiawi.

Kedatangan mereka diterima langsung oleh Ketua DPC SPI Sukabumi raya, Tusyana Priyatin.

“Kami mendengarkan langsung kesedihan dan tuntutan keluarga yang mempertanyakan mengapa tersangka pengeroyokan Samson tidak ditahan. Ini menjadi perhatian kami karena kasus ini menyangkut hak asasi manusia dan prinsip keadilan,” ujar Tusyana Priyatin.

SPI menyoroti kebijakan penyidik yang tidak menahan enam tersangka dalam kasus ini. Menurut Tusyana, penahanan sangat penting untuk memastikan proses hukum berjalan maksimal dan mencegah potensi intervensi terhadap saksi maupun alat bukti.

“Kami akan mempelajari dasar hukum yang digunakan penyidik dalam mengambil keputusan ini,” tegasnya.

Selain itu, SPI menilai bahwa
kematian Samson mencerminkan lemahnya perlindungan bagi orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ).

“Negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan adanya sistem rehabilitasi berkelanjutan bagi ODGJ yang memiliki riwayat konflik dengan masyarakat. Jika sejak awal ada sistem yang lebih baik dalam menangani kasus seperti ini, mungkin tragedi ini tidak perlu terjadi,” tambahnya.

SPI berencana melakukan kajian hukum lebih lanjut dan mempertimbangkan langkah hukum, termasuk kemungkinan mengajukan gugatan Citizen Lawsuit (CLS) terhadap pemerintah daerah atas dugaan kelalaian dalam menangani rehabilitasi ODGJ.

“Kami akan mengawal kasus ini hingga tuntas dan meminta kepolisian bersikap transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat,” pungkas Tusyana.

(Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *