WH.Surabaya – 5 Maret 2025 – Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas Teknologi Surabaya (UTS) mengadakan studi banding kurikulum hukum di Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (Unair). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 5 Maret 2025, sebagai upaya peningkatan kualitas dan relevansi kurikulum Prodi Ilmu Hukum UTS.
Tim Fishum UTS dipimpin oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Bapak Zulharman, S.H., M.H., dan Kaprodi Ilmu Hukum UTS, Wahyu Fahmi Rizaldy, S.H., M.H. Kunjungan ini diterima langsung oleh Dekan FH Unair, Iman Prihandono, S.H., M.H., LL.M., Ph.D, Wakil Dekan I (Akademik, Kemahasiswaan & Alumni), Dr. Enny Narwati, S.H., M.H, Wakil Dekan II (SDM & Keuangan), Dr. M. Syaiful Aris, S.H., M.H., LL.M, dan Kaprodi Ilmu Hukum Program S1, Dr. Dri Utari Christina Rachmawati, S.H., LL.M.
Studi banding ini difokuskan pada beberapa aspek penting dalam pengembangan kurikulum hukum. Pertama, struktur kurikulum menjadi salah satu fokus utama, di mana Tim Fishum UTS mempelajari bagaimana Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH Unair) menyusun kurikulumnya agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu hukum yang terus berubah.
Selanjutnya, metode pembelajaran juga menjadi perhatian. Tim Fishum UTS mengamati dan menganalisis metode pembelajaran yang inovatif dan efektif yang diterapkan di FH Unair, termasuk penggunaan studi kasus, simulasi, dan diskusi interaktif yang dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar. Metode pembelajaran yang diterapkan menjadi lebih inovatif, interaktif, dan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan di dunia hukum. “Kami ingin mahasiswa kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga dapat menerapkannya dalam praktik,” tambah Dr. Enny Narwati.
Aspek ketiga yang diteliti adalah integrasi teknologi. Tim Fishum UTS menelaah bagaimana FH Unair mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran, seperti penggunaan platform e-learning, aplikasi hukum, dan sumber daya digital lainnya yang mendukung pembelajaran yang lebih modern dan efisien.
Selain itu, pengembangan soft skills mahasiswa juga menjadi fokus penting. Tim Fishum UTS mendalami strategi FH Unair dalam mengembangkan soft skills, seperti kemampuan komunikasi, kerjasama tim, kepemimpinan, dan pemecahan masalah, yang sangat diperlukan di dunia profesional.
Terakhir, Tim Fishum UTS mempelajari penjaminan mutu yang diterapkan di FH Unair. Sistem penjaminan mutu ini bertujuan untuk memastikan kualitas pendidikan yang berkelanjutan dan relevan dengan perkembangan zaman.
Studi banding ini bertujuan untuk mendapatkan best practices dari FH Unair yang dapat diadaptasi dan diimplementasikan dalam pengembangan kurikulum Prodi Ilmu Hukum UTS. Diharapkan, hasil studi banding ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi Prodi Ilmu Hukum UTS.
Salah satu manfaat utama adalah peningkatan kualitas kurikulum. Dengan mengadopsi praktik terbaik dari FH Unair, kurikulum Prodi Ilmu Hukum UTS diharapkan menjadi lebih relevan, komprehensif, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu hukum serta kebutuhan pasar kerja yang dinamis.
Selain itu, studi banding ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Metode pembelajaran yang diterapkan menjadi lebih inovatif, interaktif, dan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan di dunia hukum.
Peningkatan daya saing lulusan juga menjadi salah satu tujuan penting. Dengan pengembangan soft skills yang mumpuni, lulusan Prodi Ilmu Hukum UTS diharapkan dapat bersaing dengan baik di dunia kerja yang semakin kompetitif.
Akhirnya, peningkatan kualitas pendidikan yang dihasilkan dari studi banding ini dapat berdampak positif pada akreditasi Prodi Ilmu Hukum UTS. Kualitas pendidikan yang meningkat akan memberikan nilai tambah dalam proses akreditasi, sehingga meningkatkan reputasi program studi.

Secara keseluruhan, studi banding kurikulum hukum di FH Unair merupakan langkah strategis bagi Prodi Ilmu Hukum UTS dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Hasil dari studi banding ini akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan kurikulum Prodi Ilmu Hukum UTS di masa mendatang, dengan harapan dapat menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing tinggi di dunia hukum. “Kami sangat berterima kasih kepada FH Unair atas sambutan hangat dan ilmu yang telah dibagikan. Ini adalah langkah awal yang baik untuk kolaborasi di masa depan,” tutup Bapak Zulharman. (AMK)
editor : Ida











