Aksi cepat Dedi Mulyadi, Menjadi Bukti Dalam Menangani Permasalahan

banner 468x60

WH.Sukabumi – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung menangani tumpukan sampah di Sungai Cipalabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, usai banjir menerjang wilayah Palabuhanratu pada kamis (6/3/2025).

“Tanpa basa-basi, ia memimpin aksi bersih-bersih bersama Kapolres, Dandim, dan Bupati Sukabumi H. Asep Japar MM.

Dedi menegaskan kehadirannya bukan sekadar meninjau, melainkan benar-benar turun tangan membantu warga yang terdampak.

“Ini bukan sekadar mantau, ini bantu! Saya bantu Pak Kapolres, bantu Dandim, bantu Pak Bupati. Beban bencana ini beban kita semua,” tegasnya.

“Menurut Dedi, ada lima faktor utama penyebab banjir di wilayah tersebut. Salah satunya, desain jembatan yang menghambat aliran air. Tanpa ragu, ia langsung memutuskan akan membangun ulang jembatan dengan desain melengkung agar lebih aman.

“Jembatannya nanti dibongkar, dibangun ulang supaya airnya nggak tersumbat lagi,” katanya.

Selain itu, ia menyoroti permukiman yang berdiri di bantaran sungai. Tak tanggung-tanggung, ia berencana membongkar rumah-rumah yang melanggar dan menggantinya dengan rumah panggung.

“Saya nggak akan kasih bantuan kalau rumahnya masih di jalur sungai. Kalau mau aman, harus rumah panggung!” ujarnya tegas.

Tumpukan sampah di Sungai Cipalabuhanratu juga membuat Dedi naik pitam. Mulai dari kayu, kasur, bantal, hingga pakaian bekas berserakan di aliran sungai.

“Sampahnya macam-macam! Kasur, bantal, celana dalam pun ada! Kalau kayak gini terus, ya banjir bakal terus terjadi,” ungkap dedi.

Dedi menegaskan akan berkoordinasi dengan PSDA dan BBWS untuk merapikan daerah aliran sungai. Bahkan, Brimob akan diterjunkan agar proses pembersihan berjalan tertib.

“Bantaran sungainya penuh bangunan liar, ini harus dibongkar! Kalau nggak, Desember nanti kejadian lagi. Saya nggak mau tiap tahun kayak gini,” tandasnya.

Tak hanya di Sungai Cipalabuhanratu, Dedi juga menyoroti longsor yang terjadi di jalur Simpenan. Ia menuntut aktivitas penebangan pohon, penambangan, dan alih fungsi lahan dihentikan segera.

“Kalau hulunya nggak beres, hilirnya pasti kena! Kita nggak bisa terus-menerus ngurus dampak, harus atasi akar masalahnya,” tegasnya.

Dedi mulyadi bahkan berencana memanggil perusahaan yang menyewa lahan di kawasan tersebut, termasuk PT yang dianggap menyalahi aturan.

“PT-nya mau saya panggil! Itu seharusnya lahan PTPN, bukan disewakan ke PT lain. Harus jelas ini!” pungkasnya. (Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *