Derita Warga Ciporekat: Terisolasi Longsor, Bantuan Tak Kunjung Datang

banner 468x60

WH.Sukabumi – Nestapa mendalam menyelimuti warga Kampung Ciporekat, Kabupaten Sukabumi, yang kini terjebak dalam kesulitan akibat bencana longsor pada Kamis malam (6/03/2025). Hujan deras yang mengguyur sejak malam Jumat sekitar pukul 22.00 WIB memicu longsor besar yang merusak pemukiman dan memutus akses kehidupan mereka.

“Bariah, seorang ibu yang tengah berjuang menyelamatkan keluarganya, mengisahkan betapa mencekamnya malam itu. Longsor menghantam tepat di depan rumahnya, sementara ia berada di dalam rumah bersama anak, ibu, dan suaminya. Ketakutan menyelimuti mereka ketika air hampir mengalir masuk ke dalam rumah.

“Longsornya (hujannya) malam Jumat, malamnya sekitar jam 10-an, longsor depan rumah. Di rumah sama anak, sama ibu, sama suami. Udah longsor, airnya mau ke dalam (drainase), itu pakai cangkul udah aman airnya enggak masuk, terus saya ngungsi,” tutur Bariah dengan suara bergetar, mengingat kembali momen mengerikan tersebut.

Namun, yang lebih menyakitkan adalah kenyataan bahwa hingga kini, bantuan tak kunjung datang. Bariah mengungkapkan dengan suara lemah, “Belum ada, sama sekali.” Sebuah kalimat pendek yang menyimpan harapan sekaligus keputusasaan.

“Di tempat berbeda, Harun, warga lainnya, terlihat membawa genset dan beras yang ia pinjam dari Cibutun. Perjuangannya bukan hanya soal kelaparan, tapi juga untuk bisa mandi dengan air bersih. “Soalnya mau mandi enggak ada air,” ujarnya.

Bencana longsor ini bukan hanya memutus akses air bersih. Aliran listrik juga terhenti sejak Kamis malam, memaksa warga hidup dalam gelap tanpa kepastian kapan bantuan akan datang. “Iya mati lampu, dari hari Kamis malam Jumat,” keluh Harun.

Ironisnya, sekitar 40 hingga 50 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak harus berjuang sendiri. Bahkan, untuk sekadar mengisi daya ponsel atau kebutuhan lainnya, mereka terpaksa turun ke daerah yang lebih rendah. “Berarti mau ngecas atau pun apa harus turun? Iya turun ke bawah,” kata Harun putus asa.

Kesulitan demi kesulitan terus mendera warga Ciporekat. Mereka hanya bisa berharap ada pihak yang peduli, ada tangan yang datang membantu mereka keluar dari mimpi buruk ini.” Tutup harun.

(Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *