Ekstrem! Longsor di Cidadap, Ibu-Ibu Terpaksa Nyuci di Atas Genteng

banner 468x60

WH.Sukabumi – Bencana longsor menerjang Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (6/3/2025). Longsor yang terjadi di Kedusunan Kaung Luwuk tersebut menghancurkan sekitar 10 lebih rumah dan menimbulkan 16 titik longsor yang sangat parah.

Wilayah Kedusunan Kaung Luwuk terdiri dari 17 kedusunan, 3 RW, dan 14 kampung yang terdampak. Kampung Ciseupan menjadi salah satu wilayah terparah dengan material longsor berupa bebatuan, pasir, dan lumpur setinggi sekitar 4 meter menimbun rumah-rumah warga.

“Sujatna (50), salah satu warga terdampak, menceritakan detik-detik mengerikan saat bencana tersebut terjadi. “Waktu kejadian itu saya mau ke masjid, habis adzan Isya mau salat. Tiba-tiba longsor datang, saya langsung menyelamatkan diri bersama keluarga,” ujarnya.

“Menurutnya, sebelum longsor terjadi, terdengar suara batu-batu besar jatuh dari bukit. Warga pun panik dan berusaha menyelamatkan diri.
“Saat itu warga semua menyelamatkan diri.

Alhamdulillah gak ada korban jiwa. Rumah saya sendiri hancur tertimbun tanah, pohon karet, batu, dengan ketinggian tanah di dalam rumah sekitar 4 meter,” katanya.

Longsor ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. Material longsor dari Bukit Ciseupan bahkan mengubah aliran sungai yang kemudian menjebol rumah-rumah warga.

“Sujatna mengaku hanya bisa pasrah menyelamatkan diri bersama istri dan anaknya.
“Kita lari menyelamatkan diri, gak sempat menyelamatkan barang-barang. Yang penting keluarga selamat. Kondisi rumah sudah gak bisa ditinggali lagi,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya, namun tidak separah kali ini. “Sebelumnya pernah ada longsor, tapi gak sampai parah. Lumpur memang pernah masuk ke rumah, tapi gak sampai rusak seperti sekarang,” tegasnya.

Saat ini, warga sangat membutuhkan bantuan berupa makanan pokok, terutama beras. “Kalau bantuan pakaian sudah ada, tapi yang lebih dibutuhkan itu makanan sama beras. Buat makan saja susah,” jelas Sujatna.

Sayangnya, bantuan dari pihak pemerintah Desa Cidadap belum terlihat. Bantuan yang ada hanya datang dari Desa Cimaja dan Kecamatan Simpenan, namun belum mencukupi kebutuhan para korban.

“Kampung Ciseupan, Kawung Luwuk, Babakan Jati, Jeruk Nipis, dan Kampung Baru yang berada di jalur ini semuanya terdampak. Akses jalan tertutup longsor, kendaraan gak bisa masuk, bahkan motor saja susah,” pungkasnya. (Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *