WH.SUKABUMI – Maraknya operasional travel gelap semakin memukul angkutan umum resmi. Ketua Pengusaha Bus MGI, Ade Acong, mengungkapkan bahwa kehadiran travel ilegal membuat jumlah penumpang bus menurun drastis, terutama menjelang musim mudik.

“H-3 ini kondisi penumpang memang kurang. Kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, seharusnya sudah penuh. Tapi sekarang sepi, semua juga mengeluhkan travel gelap ini,” ujar Ade Acong kepada wartawan Di terminal palabuhanratu 27-03-2025.
Menurutnya, sebelum travel ilegal menjamur, pendapatan bus jauh lebih baik. “Dulu sewa bus bisa melambung lebih dari 30, sekarang maksimal hanya 20 per mobil. Tahun 2003, penumpang membludak di Terminal Palabuhanratu, sekarang tidak ada lagi sistem seperti itu. Jurusan palabuhanratu-bogor -Sukabumi benar-benar sepi setelah terdampak travel,” keluhnya.
Ade Acong berharap pemerintah segera turun tangan untuk menertibkan travel ilegal yang tidak memiliki izin dan tidak berkontribusi dalam pajak. “Dari pihak perusahaan MGI, kami berharap pemerintah bisa membenahi dan mengatur sistemnya. Travel-travel ini harus ditertibkan,” tegasnya.
“Meski travel gelap menawarkan kenyamanan lebih bagi penumpang karena mengantar langsung ke rumah, ia menegaskan bahwa keberadaannya sangat merugikan angkutan umum resmi. “Pasti, banyak yang bilang travel lebih nyaman. Tapi masalahnya, itu ilegal dan sangat berpengaruh pada bisnis transportasi resmi,” katanya.
Maraknya travel gelap kini menjadi tantangan berat bagi pengusaha angkutan umum di Sukabumi.”pungkasnya. (Nanan apon)
editor : Ida











