Ketua DPC PDI Perjuangan Kecam Pernyataan Yang Melecehkan Guru Tua

banner 468x60

WH.Morowali -Masyarakat Sulawesi Tengah (Sulteng), yang sedang menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan 1446 H yang semestinya berjalan penuh khidmat, tampaknya tengah terganggu dengan beredarnya video yang dinilai melecehkan bahkan menghina seorang tokoh agama yang sangat dipuja dan dicintai oleh masyarakat di bumi nyiur ini.

Adalah Muhammad Fuad Riyadi atau Fuad Plered mengunggah sebuah pernyataan kontorversial melalui channel youtube miliknya Gus Fuad Channel. Dalam vidio youtube tersebut, Fuad memprotes pengusulan nama Pendiri Al-Kahiraat, Sayyid Idrul Bin Salim Al Jufri, sebagai salah satu Pahlawan Nasional asal Sulawesi Tengah.

Namun, bukan perkara protes yang membuat masyarakat Sulawesi Tengah geram, namun pernyataan Fuad Plered dalam protes tersebut dinilai melecehkan bahkan menghina tokoh yang dikenal dengan panggilan Guru Tua. Fuad dalam pernyataan menyebut SIS AlbJufri dengan sebutan “Mony*t”.

Alhasil, pernyataan inilah yang menuai kecaman dari berbagai kalangan masyarakat Sulawesi Tengah, bahkan para pengurus Al Kahiraat dan Abnaulkhairaat di seluruh Indonesia, serta berbagai Ormas, hingga Partai Politik, salah satunya dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Morowali.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Morowali, H Ahmad Hakim, kepada media ini dengan tegas menyatakan kecamannya terhadap Fuad Riyadi yang dinilai tidak memiliki etika dan tidak mendidik masyarakat.

“Itu ciri orang yang tidak memiliki etika. Padahal dia mengaku sebagai tokoh agama, dengan memberi lebel namanya ‘Gus’. Tapi pernyataan yang dikeluarkan sama sekali tidak mencerminkan dirinya sebagai seorang yang memahami agama. Islam adalah agama yang santun, beradab, karena itu disebut sebagai Rahmatan Lil Aalamiin” ujarnya, Jumat (28/3/2025)

Menurut, H.Ahmad Hakim Protes terhadap pengusulan pahlawan nasional itu, lanjut Haji Hakim, sah-sah saja dilakukan oleh masyarakat, namun harus dengan cara yang beretika dan mengedepkan moral sebagai ciri khas masyarakat Indonesia.

“Kita ini bangsa yang beradab, terlebih lagi bagi seorang yang mengaku sebagai pemuka agama, adab adalah hal yang wajib kita kedepankan. Berikan contoh masyarakat hal-hal yang baik, tutur yang beretika” imbuhnya.

Lebih jauh anggota DPRD Kabupaten Morowali tersebut menilai bahwa pengusulan nama SIS Al Jufri sebagai salah satu Pahlawan Nasional adalah hal yang wajar mengingat jasa-jasa Sang Guru Tua terhadap perkembangan agama Islam, khususnya di Sulawesi Tengah.

“Selain itu, mengusulkan nama untuk dijadikan Pahlawan Nasional itu kan adalah hal yang wajar, tidak ada bedanya dengan nama-nama lain yang juga diusulkan.

Nanti silahkan lembaga yang berwenang yang memutuskan apakah nama tersebut layak atau tidak untuk dijadikan pahlawan nasional berdasarkan kategori atau syarat yang sudah ditentukan. Tidak perlu mengeluarkan pernyataan yang mengundang kemarahan kelompok tertentu. Apalagi saat ini dalam suasana Ramadhan” lanjutnya.

Atas pernyataan Fuad Riyadi tersebut, tokoh asal Bahodopi tersebut meminta aparat untuk melakukan proses hukum terhadap yang bersangkutan, karena telah melakukan penghinaan terhadap salah satu tokoh yang dicintai masyarakat Sulawesi Tengah.

“Pernyataan itu jelas melecehkan bahkan menghina Guru Tua, seorang tokoh yang menjadi panutan masyarakat Sulawesi Tengah, dan pernyataan itu telah membuat kegaduhan di tengah-tengah masyarakat, sehingga harus diproses menurut hukum yang berlaku di negara ini.

“Jangan dibiarkan siapapun menghina siapapun tanpa ada proses hukum untuk memberikan efek jera kepada pelaku” pungkasnya.(Dian)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *