Bupati KKT, Sidang Ke – 44 Klasis GPM Mendorong Pembangunan Spritualitas Umat

banner 468x60

WH.Maluku – Ricky Jauwerissa, Bupati – dr Juliana Ch Ratuanak Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, hadiri Acara Pembukaan Persidangan Ke – 44 Klasis GPM Tanimbar Utara (Tanut) Romean, (6/4/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh : Majelis Harian Sinode Gereja Protestan Maluku, Pimpinan dan Anggota DPRD Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Majelis Pekerja GPM Klasis Tanimbar Utara Para Pendeta dan Perangkat Pelayan Seklasis GPM Tanut Para Pejabat Struktural di Lingkup Pemda Camat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Para Kepala Desa Fordata.

Dalam sambutan Bupati menyampaikan bahwa, walaupun terpisah pulau, gunung deng tanjong, tetapi atas kasih Tuhan bisa mempertemukan kita di bait yang kudus ini untuk bersama – sama menggumuli pelayanan Klasis GPM di Tanimbar Utara.

Orang nomor satu di daerah ini mengajak umat mempersembahkan puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Sang Gembala Agung, atas kasihnya yang sangat luar biasa sehingga kita tetap ada dalam keadaan sehat dan dipenuhi suka cita.

Mengawali sambutan ini ia dan dr. Ch Ratuanak ingin mengucapkan terimah kasih kepada bapak/ibu basudara samua, atas kepercayaan yang diberikan kepada kami berdua untuk memimpin Kepulauan Tanimbar yang bertajuk bumi duan lolat periode 2025 – 2030.

Sebagai Bupati dan Wakil Bupati untuk pertama kali baru berkunjung ke Kecamatan Fordata se – Klasis bersua dengan Para Pelayan GPM se – Klasis Tanut. Kehadiran kami adalah bentuk dukungan dan memberikan apresiasi atas upaya – upaya pembangunan spritualitas umat yang dilakukan para pelayan.

Pelaksanaan persidangan ke – 44 ini adalah bagian dari cara gereja sebagai sebua organisasi untuk membahas, mengatur dan mengevaluasi tugas – tugas pelayanan berlanjut.

Jauwerissa, menitipkan beberapa hal penting diantaranya, perkembangan teknologi informasi telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan umat dan masyarakat lintas generasi. Alam kita kaya akan sumber daya baik laut maupun darat. Pemerintah Daerah melihat tentang sopi yang diakui sangat membantu perekonomian masyarakat, namun karena tergolong minuman keras yang tidak memiliki ijin edar maka masyarakat sangat dirugikan.

Diahkir sambutan dirinya mengapresiasi Gereja Protestan Maluku atas upaya – upaya untuk menjaga kelangsungan alam melalu berbagai program yang dilaksanakan. Dia berharap agar ini menjadi konsen bersama, karena kita hidup dalam berkoneraksi dengan alam pemberian Tuhan. (Hendrik)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *