WH.SUKABUMI : Warga Kampung Naringgul, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, mengambil inisiatif untuk membangun jembatan darurat dari bambu setelah jembatan utama yang menghubungkan Kampung Naringgul dan Bakan Astana hancur akibat banjir pada 6 Maret 2025.

*Kerja Bakti Tanpa Pemerintah*
Dalam kerja bakti membangun jembatan bambu ini, warga setempat bekerja sama tanpa bantuan dari Pemerintah Desa Loji. “Sudah sebulan lebih jembatan ini rusak, kami akhirnya bikin jembatan sementara dari bambu karena tidak ada perhatian dari desa,” ungkap Herlan zona salah satu warga yang terlibat dalam pembangunan jembatan darurat tersebut.
*Pemerintah Desa Dianggap Absen*
Herlan zona menyayangkan tidak adanya keterlibatan dari pihak Pemerintah Desa Loji dalam kegiatan kerja bakti tersebut. “Sama sekali tidak ada yang hadir dari pihak desa. Padahal ini akses penting buat warga dua kampung,” ujarnya dengan nada kecewa.
*Harapan Warga*
Warga berharap pemerintah desa dan instansi terkait segera membangun jembatan permanen agar akses masyarakat kembali normal dan aman digunakan. “Kami hanya ingin jembatan yang layak dan aman untuk digunakan sehari-hari,” tambah Herlan zona
Kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana pemerintah desa peduli terhadap kebutuhan dasar warganya, terutama dalam situasi darurat seperti ini. Apakah Pemerintah Desa Loji akan segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jembatan tersebut ataukah warga harus terus menggunakan jembatan darurat yang mereka buat sendiri?
(Ade Wili)
editor : Ida











