Warga Sakit dari Jampang Digotong, Jembatan Menuju RS Tak Bisa Dilewati Mobil

banner 468x60

WH.Sukabumi – Seorang warga Jampang yang hendak dirujuk ke rumah sakit Palabuhanratu terpaksa harus digotong dan dipindahkan ke kendaraan lain di tengah perjalanan karena jembatan utama di Kampung Bojong Kopo, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, ambruk dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (15/4/2025) sekitar pukul 09.00 WIB. Pasien perempuan yang sedang sakit itu awalnya dibawa menggunakan mobil biasa dari arah Jampang menuju RS Palabuhanratu. Namun, saat tiba di lokasi jembatan ambruk, kendaraan tidak bisa melintas karena kondisi jembatan yang rusak total.

“Yang sakitnya perempuan. Tadi pagi, sekitar jam 9. Mau ke rumah sakit, tapi mobil nggak bisa lewat karena jembatannya ditutup total. Terpaksa digotong dan dipindahkan ke mobil lain,” kata Jaro Yanyan, tokoh masyarakat Desa Loji, kepada wartawan.

Jembatan Bojong Kopo roboh akibat banjir bandang yang terjadi pada 6 Maret 2024 lalu. Sejak itu, warga hanya mengandalkan jembatan alternatif yang juga kini rusak diterjang luapan Sungai Cidadap. Akibatnya, tidak ada akses yang bisa dilalui kendaraan roda empat, termasuk ambulans.

“Walaupun darurat, sekarang juga tetap nggak bisa lewat. Mobil harus dipindah, digotong orang dulu baru disambung pakai mobil lain,” ujar Yanyan.

Rencananya, pembangunan jembatan Bojong Kopo akan dimulai setelah Lebaran, dengan estimasi pengerjaan selama 4 bulan. Sementara itu, warga berharap ada perhatian serius dari pemerintah agar akses utama segera dipulihkan, mengingat jembatan ini sangat vital bagi mobilitas warga, terutama dalam keadaan darurat medis.

“Kasihan masyarakat, apalagi kalau ada yang sakit dan butuh penanganan cepat,” tutup Yanyan. (Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *