Warga Desa Kerta Jaya Menangis, Warung Mereka Terancam Digusur

banner 468x60

WH.Sukabumi – 14 April 2025 – Warga Desa Kerta Jaya, terutama para pedagang kecil, tengah menghadapi ancaman besar. Beberapa hari lagi, warung-warung mereka akan digusur oleh PT Perkebunan yang mengaku memiliki hak atas lahan tersebut. Para pedagang kecil ini merasa sangat sedih dan khawatir akan nasib mereka.

Ibu Rumah Tangga Menangis

Dede, salah satu warga yang memiliki warung, mengungkapkan kekhawatirannya kepada media. Sebagai ibu rumah tangga dan ibu dari dua anak, dia sangat bergantung pada hasil usahanya untuk membiayai kehidupan sehari-hari dan pendidikan anak-anaknya. “Bagaimana nasib saya jika saya tidak memiliki tempat berusaha? Hasil jualan saya adalah satu-satunya sumber pendapatan saya untuk membiayai kehidupan sehari-hari dan pendidikan anak-anak saya,” ungkapnya dengan nada sedih.

Permintaan kepada Aparat Desa

Dede dan warga lainnya meminta kepada aparat desa untuk mempertahankan warung mereka. Mereka merasa bahwa sebagai pedagang kecil, mereka hanya ingin menyambung hidup dan tidak memiliki kemampuan untuk pindah ke tempat lain. “Kenapa pihak pemerintah setempat tidak bisa mempertahankan kami? Kami hanya ingin mencari hidup dan menyambung hidup,” kata Dede.

Banyak Pedagang Kecil Terkena Dampak

Banyak pedagang kecil lainnya juga terkena dampak dari penggusuran ini. Mereka semua memiliki harapan yang sama, yaitu untuk dapat terus berjuang dan mencari nafkah untuk keluarga mereka. “Kami hanya ingin dapat terus berjualan dan mencari hidup untuk keluarga kami,” ungkap salah satu pedagang kecil.

Aparat Desa Diminta Bertindak

Warga Desa Kerta Jaya berharap aparat desa dapat membantu mereka dan mempertahankan warung mereka. Mereka meminta pemerintah setempat untuk mempertimbangkan nasib mereka dan mencari solusi yang terbaik untuk semua pihak. “Kami berharap aparat desa dapat membantu kami dan mempertahankan warung kami,” kata warga lainnya. (Ade wili)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *