Banjir Cijambe Makin Parah, Air Coklat dan Batu Terjang Pondok Pesantren dan Masjid

banner 468x60

WH.Sukabumi – Banjir kembali menerjang Kampung Cijambe, RT 02 RW 02, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Dalam lima bulan terakhir, banjir besar tercatat sudah tiga kali merendam wilayah tersebut.

“Sudah tiga kali terjadi banjir. Pertama 4 Desember, lalu yang paling besar itu tanggal 9 Maret 2025, dan yang terbaru dua hari lalu,” kata Zulika Pratiwi, pengelola pesantren setempat, Selasa (22/4/2025).

Zulika menyebut, saat banjir datang, air langsung meluap ke area permukiman dan lingkungan pesantren. Rumah warga, kamar santri, hingga masjid ikut terendam.

“Air itu masuk semua, rumah, kasur, kobong santri juga sama. Masjid juga kebanjiran. Airnya coklat, bawa tanah dan lumpur. Sekolahan juga kena, lumpurnya tebal segini (menunjuk betis). Batu-batu kecil juga ikut hanyut, bahkan pagar belakang sampai bengkok kena terjangan,” ungkapnya.

“Ia mengaku kejadian banjir kali ini sangat berbeda dibanding sebelumnya. “Kalau dulu hujan besar enggak sampai seperti ini. Tapi sejak akhir Desember 2024, tiap hujan deras kami sudah was-was. Bahkan hujan sebentar saja langsung siap-siap ngungsi,” ujarnya.

Warna air yang coklat pekat menambah kekhawatiran warga. Zulika menduga hal itu terjadi karena air membawa material tanah dari daerah yang lebih tinggi. Namun ia tak ingin berspekulasi soal penyebab pastinya.

“Kita tidak tahu pasti dari mana, airnya coklat, bercampur lumpur dan tanah. Mungkin karena posisi kampung ini memang lebih rendah. Harapannya ke depan ada perhatian lebih,

mudah-mudahan pemerintah daerah bisa turun langsung meninjau dan mencari solusi agar tidak terus berulang,” tutupnya.

(Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *