Warga RW 32 Palabuhanratu Geram, Janji Perkim Soal Pemukiman Kumuh Tak Kunjung di Realisasi

banner 468x60

WH.Sukabumi – Warga Kampung Cemara Baru, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, geram lantaran janji program penataan kawasan kumuh dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) yang dijanjikan sejak 2023 tak kunjung terealisasi hingga kini, April 2025.

Ketua RW 32 sekaligus tokoh nelayan setempat, Tandim, mengungkapkan bahwa pihak Perkim sudah sempat melakukan pengukuran jalan lingkungan dan titik pengeboran air bersih sejak tahun 2023.

“Sudah diukur dari tahun 2023. Dari jalan lingkungan sampai jalan setapak, bahkan titik pengeboran air bersih pun sudah ditentukan, dekat masjid,” ujar Tandim kepada wartawan, selasa (22/4/2025).

Tandim menyebut saat itu kegiatan pengukuran bahkan disaksikan langsung oleh warga. “Banyak masyarakat lihat. Bahkan mereka langsung nanya-nanya ke saya, ke Pak RW, ke Pak RT. Kita cuma bisa bilang, doain aja sehat semua,” katanya.

“Janji Perkim kala itu, lanjut Tandim, akan merealisasikan pembangunan jalan dan pengeboran air bersih dengan alokasi anggaran besar.

“Katanya anggaran total sekitar Rp19 miliar untuk 7 kecamatan. Untuk RW 32 belum disebut rinciannya, tapi udah dijanjikan pasti dapat,” ucapnya.

Bahkan, Tandim mengaku pernah melihat langsung SK Bupati yang menunjukkan RW-nya termasuk dalam daftar penerima program tersebut.

“Saya sendiri ke kantor Dinas Perkim. SK-nya udah ada sejak zaman Pak Marwan (eks Bupati Sukabumi). Kata mereka, tahun 2024 dibangun, bulan 4 atau 5. Tapi sampai sekarang nggak ada kabar lagi,” ungkapnya kecewa.

Menurut Tandim, ada lima RW yang tercantum dalam SK tersebut, yakni RW 18, 19, 30, 31, dan 32. Namun hingga saat ini belum satu pun dari mereka yang menerima realisasi program.

“Masyarakat terus nanya ke saya. Nelayan, petani, semuanya. Mereka bilang kalau nggak direalisasikan, ya kita demo aja,” ujar Tandim

menirukan ucapan warga.
Ia berharap pemerintah daerah segera bertindak dan memberikan kejelasan kepada warga yang telah lama menunggu janji yang tak kunjung ditepati.

“Kami bukan menuntut lebih, tapi ini soal janji bahkan anggarannya pun sudah ada dan kebutuhan dasar warga: jalan dan air bersih,” tandasnya. (Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *