WH.Wonosobo – Kepuasan warga masyarakat desa Balekambang, kecamatan Selomerto akan Kades Hasyim Abdul Rosyid, terlihat pada antusias warga yang menginginkan beliau untuk memimpin kembali pada periode berikutnya. Mereka merasa puas dengan kinerja kades yang aktif dalam pembangunan desa dan menjalin hubungan yang baik di masyarakat. Dibawah kepemimpinannya, Balekambang maju sangat signifikan, Jum’at, (02/05/2025).
Dengan menggunakan dana bersumber dari usaha desa, bantuan pemerintah pusat, bantuan pemerintah propinsi, bantuan partai, Hasyim mengelola dana dana tersebut untuk kepentingan dan kemajuan desanya.

Warga banyak yang mengapresiasi keberhasilan tersebut karena mereka merasakan langsung manfaat dari program pembangunan dan pemberdayaan yang telah dilaksanakan.
Pasar Desa Balekambang yang merupakan elemen vital dalam perekonomian masyarakat desa khususnya Balekambang dan sekitarnya pada umumnya, mempunyai peran penting dalam mendukung perekonomian lokal dan menambah pendapatan asli desa.

Seiring berjalannya waktu, agar pasar desa tetap berjalan dan selalu nyaman digunakan maka diperlukan perbaikan infrastruktur.
“Membangun fasilitas yang kurang dan membuat los los baru agar semua pedagang yang diluar bisa masuk, alhamdulillah kita mendapatkan bankiu propinsi, dari partai gerindra sejumlah 600 juta dibagi 3 tahap dari mulai tahun 2022, tahun 2023, dan tahun 2024,”papar Kades.
“Perbaikan ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam berbelanja dan berinteraksi di pasar, serta memperkuat perannya sebagai pusat ekonomi desa,” tambah Hasyim.
Menurut beberapa pedagang yang ditemui tim media, Latifah, Mbok Sihom, Mbok Pelet, dan yang lainnya mengucap rasa syukur karena pemerintah desa dibawah kepemimpinan Kades Hasyim sangat peduli akan keberadaan pasar tersebut.
“Dulu bangunan pasar banyak yang rusak, berkat perhatian dari bapak kepala desa, sekarang sudah nyaman dipakai. Kami sebagai pedagang berterimakasih kepada pemerintah desa yang sudah peduli. Tanpa kepedulian mereka, tentunya kami para pedagang tidak akan merasakan kenyamanan dalam bertransaksi jual beli di pasar ini,” urai Latifah mewakili pedagang.
Pada sektor pemberdayaan masyarakat selain pada sektor pasar juga ada pemberdayaan UKM, industri rumah tangga, BUMDes, kelompok tani, serta penunjang ekonomi masyarakat lainnya.
Sedang pada sektor keagamaan, pruralisme agama sangat kental, gereja dan masjid dibangun tidak berjauhan. Warga masyarakat menjunjung tinggi nilai nilai toleransi beragama, kerukunan antar beragama, mendukung satu sama lain, dan tidak saling mengganggu ibadahnya. Walau berbeda keyakinan mereka saling membantu dalam berbagai kegiatan, bergotong royong, dan kegiatan sosial lainnya.
Kepada anak anak muda sebagai generasi penerus, Hasyim memberikan dukungan demi jalannya program dan kegiatan mereka, sehingga dapat lebih efektif dalam mengembangkan potensi pemuda dan berkontribusi pada pembangunan desa. Seperti yang diungkap Budi Cahyono sebagai ketua pemuda bahwa Kades Hasyim mempunyai kepedulian yang sangat tinggi terhadap pemuda di Balekambang.
“Kami diberikan fasilitas olah raga tenis meja, bulutangkis dan sepak bola. kemarinnya kami diberi mesin potong rumput untuk pengelolaan lapangan. Saat puasa kemarin kami juga diberi kesempatan dan tempat seperti pujasera untuk berjualan takjil,” papar Budi.

Siti Aminah Nurhakim, sekretaris PKK dan PR Muslimat NU sebagai salah satu tokoh wanita, mengatakan jika pemerintah desa sangat mendukung akan kemajuan kaum wanita.
“Rata rata wanita disini dibebaskan berkreasi tanpa dikekang. Bisa menduduki jabatan di sektor manapun. Apalagi bu kades sangat aktif serta antusias pada peran wanita dalam pembangunan desa. Kerjasama dan dukungan yang diberikan,memberikan kami kaum wanita untuk maju dan berkarya. Kami memginginkan pak Hasyim maju kembali di periode berikutnya,” ucap Siti Aminah.

Balekambang juga mempunyai kesenian kuda kepang Jambe Arum yang diketuai Marjasi. Dalam rangka melestarikan dan nguri uri kebudayaan lokal tersebut, Pemdes mengupayakan agar sanggar seni tersebut memiliki badan hukum dan surat keterangan terdaftar, adakan latihan rutin, melengkapi alat alat kesenian serta merapatkan barisan pengurus kesenian tersebut.
Meskipun Desa Balekambang mempunyai tradisi kades hanya menjabat 1 x periode, tidak menutup kemungkinan Hasyim bisa mematahkan tradisi tersebut, tentunya dengan prestasi dan kepemimpinannya serta antusias masyarakatnya yang masih mempunyai minat yang besar untuk Hasyim menjadi Kades kembali. (*Etik*)
editor : Ida











