PT.Mandiri Banana Indonesia (MBI) Mengadakan Bimtek Pisang Barangan( BJM ) Bersama Bumdes Abdi Mandiri Desa Cimanggu 1

banner 468x60

 

WH.BOGOR – Senin(5/5/25). Direktur PT mandiri banana Indonesia ( MBI ) Fachri Yulizar pada hari Senin tanggal 5 mei 2025, memberikan penjelasan kepada awak media warta hukum net,”Simak penjelasannya dari direktur PT mandiri banana Indonesia ( MBI ).

Pada hari ini kita menindaklanjuti MOU dari antara PT MBI Dengan bumdesa abdi mandiri Cimanggu 1 kecamatan Cibungbulang Bogor, dua Minggu yang lalu.”ucap Fachri Yulizar.

hari ini adalah ( bimtek) bimteknya dalam arti bimbingan tehnik, udah bicara ke tehnik bagaimana penanaman cara mulai dari persiapan lahan, penanaman,nanti setelah ini kita kelapangan yah, bagaimana bimbingan dan teknik untuk proses penanaman budidaya pisang barangan jumbo merah ini.

Fachri Yulizar berharap setelah memberikan teknik kepada BUMDES abdi mandiri, tegasnya seperti ini, yah, mereka setelah bertanam di harapannya adalah istilahnya, sama-sama menjiwai ataupun benar-benar merawat hasil kebun ini seperti anak sendirilah, bagaimana nanti pada saat panen menjadi yang terbaik, nanti berat bobotnya sesuai dengan apa yang kita tetapkan, bisa sampai di atas 15 sampai dengan 20 kg pertandannya.

harapan kami darii itu, supaya apa, petani dapat harga yang terbaik jugalah,istilahnya,dari PT MBI,tegas Fachri Yulizar. kalau untuk lahan yang akan di gunakan untuk Fachri Yulizar menambahkan, yah jadi mereka itu sudah menginformasikan kepada kami,pak Martin sebagai ketua ataupun direktur dari BUMDESA abdi mandiri Cimanggu 1 ini, beliau itu mempersiapkan lahan kedepannya 2 hektar tapi melalui 2 termin.

yang pertama 1 hektar dulu dari 1300 lubang tanam nanti bertahap selanjutnya 1 hektar lagi di 1300 lubang tanam, jadi populasinya bila dari ngikutin apa yang menjadi SOPnya MBI 1 hektar itu 1300 di kali 2 berarti 2600 pohon lobang tanam, lalu Fachri Yulizar menghimbau kepada BUMDES abdi mandiri Cimanggu 1 ialah, yah harapan kami adalah, hayo,,,kita sungguh-sungguh untuk bertanam budidaya pisang barangan jumbo merah ini supaya mendapatkan kualitas bobot yang terbaik, supaya petani menjualnya, pastinya lebih mendapatkan keuntungan.” Ucap Fachri Yulizar direktur PT mandiri banana Indonesia ( MBI ).

Kemudian masih di tempat yang sama Martin sebagai ketua atau direktur BUMDES abdi mandiri Cimanggu 1, setelah mendapatkan bimtek dari PT mandiri banana Indonesia ( MBI ) Martin menanggapi seperti ini, ya, kita dari BUMDES abdi mandiri Cimanggu 1, sangat berterima kasih sekali yah, kepada PT mandiri banana Indonesia ( MBI ) ternyata setelah ada pelatihan atau bimtek menanam pisang itu tidak semudah apa yang kita bayangkan, selama ini kita menanam pisang asal-asalan ajh yah, ternyata setelah Kita pelajari,kita ikuti pelatihan tadi cara nanam pisang seperti apa dan kendala apa,dan bagaimana cara membasmi, ada pencerahan insyaallah nambah.

sebab tadi sendiri ada perwakilan dari karang taruna ada, dari PKK ada dari BPD ada, dari petani langsung juga ada, insyaallah kita salurkan lagi ke yang lainnya. Harapan Martin sebagai direktur BUMDES abdi mandiri Cimanggu 1, kami mengharapkan para petani nanti yang selama ini menganggap pohon pisang itu prospeknya tidak cerah yah, tidak bagus pemasarannya mudah -mudahan mereka tertarik sehingga bukan BUMDES saja yang budidaya, tapi para petani juga mengikuti, seperti lahan-lahan kosong.

lahan yang tidak tidur yah, yang tidak berguna, setelah dapat ilmu ini di manfaatkan. Untuk lahan yang akan di gunakan itu lokasinya di Jatake RT 03 RW 07.rencana itu 2 hektar tapi saat ini kita 1 hektar dulu. Kalau para petani ingin bergabung saya senang sekali yah, karena kita bareng-bareng, karena BUMDES itukan untuk kelembagaan semata yah, tapi untuk masyarakat, kalau untuk kesulitan pemasarannya.

insyaallah kita gandeng dengan MBI. Kata Martin harapannya, mudahan -mudahan BUMDES abdi mandiri sebagai file project di ketahanan pangan menjadi lebih baik dan menjadi lebih bagus lagi. Kalau untuk exsen Martin menjawab dengan tegas, kita exsen sebenarnya kita hampir 75 persen,tegas, kita exsen sebenarnya kita hampir 75 persen,kita nunggu musdessus itu syarat, baru ada pencairan.” Pungkasnya. (Rachman/Hoeriyah)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *