Kades Bojong jengkol, Kecamatan Ciampea Menerima Kunjungan PT mandiri banana Indonesia( MBI).

banner 468x60

WH.BOGOR – Sabtu(23/5/25). Setelah mengajak kepala desa bojongkol melihat kebun pisang barangan jumbo merah, direktur PT mandiri banana Indonesia Fachri Yulizar memberikan penjelasan kepada awak media warta hukum net. inilah penjelasan dari direktur PT mandiri banana Indonesia.

Hari ini kami kedatangan kades Awaluddin ma’rifatullah dari desa Bojong jengkol melihat demplot pisang barangan jumbo merah yang tumpang sari dengan beberapa tanaman salah satunya edamame, Alhamdulillah beliau sangat antusias menyambut program dari MBI ini untuk bermitra kedepannya dan berkolaborasi, kalau untuk teknis Fachri Yulizar menegaskan,yah kalau kita menjelaskan teknis seperti luasan satu hektar itu dapat di tanami 1300 pohon dengan jarak tanam dua setengah meter kali dua setengah meter dimana di tengahnya itu di bikin bedengan untuk di tanami edamame di mana hasil dari pisang barangan jumbo tersebut maupun edamame MBI sebagai offtechernya. terkait lahan yang akan di pakainya itu menurut Fachri Yulizar ga, masalah, karena memang ini adalah program dari ketahanan pangan itu sendiri, gimana program ini harus mengena langsung ke seluruh warga,yang penting pada saat paska panenpun harus kita pikirkan juga, istilahnya dari satu desa itu misalnya ada beberapa titik, mungkin panennya itu ya seragam.

Kalau benar untuk menyatakan untuk bergabung himbauan dari Fachri Yulizar seperti ini, yah kalau kami sih pastinya akan selalu membangun komunikasi ya istilahnya akan memberikan update bagaimana untuk kelanjutan dari ketahanan pangan ini,memang tadi sempat di bilang meskipun di tahun ini belum ada masuk ke perencanaan setidaknya akan di coba di anggaran perubahan ataupun melalui RKP untuk saat ini untuk di tahun 2026 yang akan datang.”ucap Fachri Yulizar.

kemudian Kapala desa Bojong jengkol Awaluddin ma’rifatullah setelah melihat demplot pisang barangan jumbo merah, seperti ini tanggapan kepala desa Bojong jengkol Awaluddin ma’rifatullah, baik saya Awaluddin ma’rifatullah kepala desa Bojong jengkol pada hari ini, sore ini yang cerah ini saya bertemu dengan pak Fachri Yulizar direktur PT mandiri banana Indonesia (MBI) Alhamdulillah kita dapat ada pencerahan untuk ketahanan pangan desa kami nanti ke depan supaya bisa lebih matang lagi dalam memprogramkan sesuatu dan ini kami dapat pencerahan dari pak Fachri sendiri dari ahlinya di bidang pisang barangan dan ada tumpang sarinya segala dan insyaallahlah kedepan di Bojong jengkol nanti akan kita aplikasikan di Bojong jengkol sesuai dengan program yang ada yaitu program ketahanan pangan supaya bisa di rasakan di masyarakat luas, secara ekonomi, secara pasar dan secara pemanfaatan lahan yang masih terbengkalai yang ada di desa Bojong jengkol yang masih sangat luas, insyaallah dengan berkunjungnya kami ke kebun MBI ini, ketemu dengan ahlinya kami mendapatkan sedikit pencerahan tentang bagaimana budidaya pisang barangan ini.

supaya bisa bernilai jual menambah inkam untuk masyarakat kita yang mempunyai lahan yang masih terbengkalai yang insyaallah bisa di aplikasikan di sana, untuk perencanaan setelah kunjungan ini eksen kira-kira kapan, Awaluddin ma’rifatullah menegaskan, terutama pelening, kalau kita bicara masalah pelening, bicara masalah program itukan sudah ada emang peleningnya sendir NUi setelah kita melihat tahun 2025 ini kita sudah di tentukan RKPnya di tahun sebelumnya, oleh karena itu nanti ketika masih memungkinkan di ketahanan pangan kita tahun 2025 nanti kita di anggaran perubahan juga Kita, kalau mungkinkan kita masukan, kalaupun tidak deadline nya yaitu di rkp tahun ini 2025 untuk 2026 nanti kita akan pasti kita akan plotingkan untuk program penanaman pisang barangan ini, karena mudah -mudahan di tahun 2026 kita bisa lebih baik fokus lagi ada lahan yang harus kita olah dan harus kita pergunakan untuk menanam budidaya pisang barangan ini.terkait rancangan polanya, Awaluddin ma’rifatullah menjelaskan juga, karena ini perusahaan otomatis masalah satu hamparan itu sudah memang aturannya tapi kalau program desa, ketahanan pangan itu harus betul-betul terpenettrasi ke tiap wilayah jadi di tiap wilayah kami plotingkan misalnya ada 12 RW kami plotingkan 1 RW seribu meter saja itu sudah satu koma dua hektar, supaya tidak ada pertanyaan ketahanan Bojong jengkol ke manasih, padahal nah itu yang seribu meter itu pemerataan jadi di kenali oleh masyarakat bahwa ada pisang yang emang bisa di tanam dengan pola yang bagus dan pasarnya juga bagus yang terpenting adalah tadi, saya ngambil kesimpulan bahwa bergabungnya kami dengan MBI nanti betul-betul tidak memikirkan lagi marketnya artinya marketnya sudah tersedia bahkan yang tumpang sarinya MBI juga siap untuk menampung hasil tani kita, jadi kita tidak bingung lagi untuk terkait dengan pasar,itu yang program yang kalau misalnya program ingin berlanjut dan ingin sukses dari hulu ke hilirnya harus kita pelajari dengan seksama dengan teliti dan Alhamdulillah dari hulunya kita sudah mulai pengolahan lahan sampai dengan penyiapan lahan, bibit, pupuk dan sistem-sistem yang lain tentang budidaya pisang barangan supaya yang menghasilkan yang baik termasuk itu tadi market, karena kendala di masyarakat adalah pasar.

Banyak program yang gagal karena tidak mengenal pasar dan mudah-mudahan dengan PT MBI ini program yang kita mulai akan kerjasama dengan PT MBI mudah -mudahan kedepannya Bojong jengkol tidak ada lahan terbengkalai lagi semua bi

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *