Kisah STNK Penyelamat Nyawa yang Bikin Gubernur Jabar Turun Tangan

banner 468x60

 

WH.Sukabumi – Aksi Nekat kepala desa di Sukabumi yang menjaminkan STNK mobil pribadinya demi menyelamatkan nyawa warganya menggugah perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia langsung merespons dengan melunasi tagihan rumah sakit warga tersebut di RSUD Palabuhanratu.

Peristiwa ini bermula dari video viral Kepala Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Heri Suryana alias Jaro Midun, yang menunjukkan kepedulian luar biasa terhadap warganya yang kesulitan biaya pengobatan.

“Awalnya saya kira tagihannya besar, tapi setelah dicek, hanya Rp1,7 juta. Yang belum terbayar tinggal Rp1,2 juta,” ujar Dedi dalam pernyataan video yang diunggah Selasa (27/5/2025).

Dedi mengatakan sudah mentransfer dana ke rekening Jaro Midun, bahkan ditambah uang makan untuk keluarga pasien. Namun, ia tak menutupi kekecewaannya terhadap sistem pelayanan kesehatan yang gagal merespons cepat kebutuhan warga.

“Saya kecewa. Masalah seperti ini seharusnya bisa ditangani cepat tanpa perlu viral dulu. Ini tanda lemahnya koordinasi antara desa dan instansi teknis,” tegasnya.

Gubernur Dedi juga menyoroti lemahnya implementasi surat edaran yang ia keluarkan sebulan lalu. Surat tersebut mewajibkan seluruh rumah sakit di Jabar, termasuk RSUD, memberikan layanan tanpa diskriminasi kepada pasien tidak mampu, termasuk yang belum punya KIS atau BPJS.

“Rumah sakit milik negara jangan pernah menolak pasien hanya karena tak mampu. Tugas kita sebagai pemimpin adalah melayani, bukan menunggu laporan viral,” tambahnya.

Aksi cepat Gubernur Jabar ini pun disambut haru oleh Jaro Midun. Ia mengaku sangat terbantu atas atensi langsung dari orang nomor satu di Jawa Barat tersebut.

“Terima kasih Pak Gubernur. Bantuan ini sangat berarti, apalagi untuk masyarakat kecil seperti kami yang sering kesulitan mengakses layanan kesehatan,” ujar Jaro.

Peristiwa ini jadi tamparan keras bagi sistem layanan publik di daerah. Aksi seorang kades yang harus menggadaikan surat kendaraan demi nyawa warganya menunjukkan bahwa kepekaan pemimpin di lapangan masih lebih sigap dibanding birokrasi yang lamban.

(Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *