WH.Sukabumi – Setelah sempat hilang terseret ombak saat bermain di Pantai Bufalo, Rizky Apriansyah (12), warga Kampung Pasir Honje, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa pada Sabtu (31/5/2025) pagi.
Jasad Rizky ditemukan sekitar pukul 07.47 WIB oleh seorang nelayan yang tengah melakukan patroli pencarian, tidak jauh dari lokasi kejadian. Jenazah ditemukan dalam kondisi telungkup sekitar 50 meter dari titik awal korban terseret ombak.

“Alhamdulillah, korban yang hilang kemarin sore ditemukan pagi ini oleh nelayan yang memang sejak malam turut menyisir perairan. Korban langsung dievakuasi ke dermaga dua PPN Palabuhanratu,” ujar Kepala Desa Jayanti, Nandang.
Penemuan tersebut juga melibatkan tim SAR gabungan yang sejak Jumat (30/5) sore melakukan pencarian intensif. Upaya penyisiran dilakukan dengan perahu karet sejauh 2 nautical mile (NM) di laut, penyisiran darat sejauh 2 kilometer, serta pemantauan udara menggunakan drone dengan radius 300 meter.
“Korban berhasil ditemukan pagi ini oleh tim SAR dan nelayan. Jenazah langsung dibawa ke rumah duka dan diserahkan ke pihak keluarga,” kata Suryo Ardianto, Koordinator Pos SAR Sukabumi.
Suryo menambahkan, pencarian melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur, termasuk Pos SAR Sukabumi, Polair, TNI AL, Koramil dan Polsek Palabuhanratu, Destana, Rekom Peduli Lingkungan Maritim, SAKA SAR, Chadim Rescue, Sinergi Kemanusiaan, serta warga dan keluarga korban.
Diketahui, Rizky tenggelam pada Jumat sore sekitar pukul 15.10 WIB, saat sedang bermain air bersama teman-temannya. Diduga kuat, arus yang cukup deras menyeret tubuh korban ke tengah laut hingga menghilang dari pandangan.
Jenazah Rizky kini telah disemayamkan di rumah duka di Kampung Pasir Honje dan rencananya akan dimakamkan siang ini di TPU Kampung Caringin, Desa Jayanti.
“Atas nama keluarga dan pemerintah desa, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim SAR, nelayan, dan masyarakat yang telah membantu hingga korban berhasil ditemukan,” ucap Nandang.
(Nanan apon)
editor : Ida











