Layanan RSUD Palabuhanratu Jadi Sorotan, bupati sukabumi Asep Japar

banner 468x60

WH.Sukabumi – Pemerintah Kabupaten Sukabumi kembali menaruh perhatian serius terhadap pelayanan kesehatan publik. Bupati Sukabumi Asep Japar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Palabuhanratu pada Kamis (12/6/2025) dan mendapati sejumlah masalah serius yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Dalam sidak yang berlangsung singkat namun penuh tekanan itu, Asep langsung menuju ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan menemukan pasien yang telah menunggu dua hari tanpa kepastian ruang rawat inap.

“Pasien menunggu dua hari di IGD tanpa solusi? Ini persoalan besar, bukan sekadar kelalaian,” ujar Asep kepada jajaran tenaga medis yang mendampinginya.

Bupati juga menyoroti pelayanan pasien peserta BPJS yang dinilai kerap menjadi sumber keluhan. Ia mempertanyakan sistem penanganan pasien jaminan kesehatan tersebut yang dinilai tidak transparan.

“Masalah BPJS seperti tak pernah selesai. Saya minta rumah sakit memberikan pelayanan yang adil dan terbuka kepada semua pasien,” katanya dengan ekspresi geram.

Tidak hanya pelayanan medis, Asep juga menyoroti sistem informasi terkait resep dan obat-obatan. Menurutnya, pasien berhak mendapatkan penjelasan yang gamblang dari tenaga medis mengenai obat yang mereka terima.

“Jangan ada kebingungan di masyarakat. Penjelasan soal obat dan resep harus jelas dan tidak menimbulkan tanda tanya,” tambahnya.

Hal lain yang membuat Asep prihatin adalah dugaan adanya pihak internal yang sengaja mengacaukan sistem pelayanan rumah sakit. Ia mengaku menerima laporan adanya tindakan dari dalam.

“Kalau benar ada yang sengaja merusak dari dalam, ini sangat berbahaya. Kita harus bersihkan sistem ini dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Sidak dilanjutkan ke bagian farmasi, tempat Asep mengecek langsung ketersediaan obat. Ia menegaskan bahwa pasien tidak boleh dibebani dengan keharusan membeli obat di luar rumah sakit akibat stok kosong.

“Jangan sampai warga harus bolak-balik hanya karena obat tidak tersedia di sini. Pelayanan semacam ini harus dibenahi total,” ujarnya.

Usai sidak, Asep menjelaskan bahwa langkahnya bukan untuk mencari kambing hitam, melainkan membangun sistem yang lebih baik demi pelayanan publik yang layak.

“Sudah cukup lama masyarakat bersabar. Kita harus ambil tindakan nyata agar masalah yang sama tidak terus berulang,” jelasnya.

Pemkab Sukabumi, lanjut Asep, siap memberikan dukungan penuh terhadap pembenahan sistem pelayanan rumah sakit, termasuk penyediaan anggaran maupun penguatan SDM.

“Kalau memang ada kebutuhan, sampaikan dengan jelas. Kita akan bantu melalui APBD atau koordinasi dengan pusat, selama tujuannya demi kepentingan masyarakat,” tutup Asep. (Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *