Ketua RT simpnan Keluhkan Biaya Seragam Sekolah SMA di Tengah Kesulitan Ekonomi

banner 468x60

WH.Sukabumi – Ketua RT 02 RW 010 di desa cidadap Kecamatan Simpenan, Ahmad Nuryani, menyampaikan keluhannya terkait kebijakan sekolah SMA simpenan di wilayahnya yang mewajibkan pembayaran seragam di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit.

“Keluhan warga, khususnya orang tua siswa, pertama soal biaya seragam sekolah yang mahal. Di saat kondisi sedang susah seperti sekarang, bukan berarti kita tidak sayang anak, tapi bingung juga harus bagaimana. Allahu Akbar,” ungkap Ahmad, Kamis (25/7/2025).

Ia juga menyinggung kebijakan Gubernur Jawa Barat yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial, terutama di TikTok, terkait pelarangan penggunaan seragam sekolah bermerek tertentu. Namun, kata Ahmad, justru di sekolah SMA Simpenan, kebijakan tersebut seolah tak berlaku.

“Di media sosial ramai soal larangan memakai seragam sekolah yang membebani. Tapi di sini malah sebaliknya. Saya jadi bingung,” tambahnya.

Ahmad juga mempertanyakan mekanisme sosialisasi yang dilakukan pihak sekolah. Menurutnya, tak ada rapat atau pemberitahuan resmi kepada orang tua sebelum tagihan seragam diumumkan.

“Tidak ada rapat sebelumnya, tidak ada pemanggilan. Tiba-tiba ada saja tagihan seragam. Bagi warga yang tidak mampu, ini cukup bikin pusing,” ucapnya.

Ahmad mengaku belum sempat bertemu langsung dengan pihak sekolah untuk membicarakan kemungkinan pembayaran secara dicicil.
“Kalau bisa nyicil sih alhamdulillah. Tapi saya juga belum konfirmasi ke gurunya langsung. Belum tahu harus kapan ketemunya. Saya harap ada komunikasi jelas soal ini,” ungkapnya.

Putra Ahmad sendiri baru saja masuk sebagai siswa kelas 10.6 di SMA Simpenan.
“Kalau sedang ada uang mah ya tidak keberatan, namanya juga buat kebutuhan anak. Tapi sekarang sedang tidak ada, jadi rasanya berat,” tutup Ahmad.

Dengan di turunkannya berita ini belum ada tanggapan dari pihak sekolahan.

(Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *