Tiga Hari Hilang Kontak, Nelayan Ujung Genteng Ditemukan Tak Bernyawa

banner 468x60

WH.Sukabumi – Setelah sempat hilang kontak selama tiga hari, nelayan asal Ujung Genteng, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, akhirnya ditemukan. Korban diketahui bernama Sumitra (43), warga Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.

Kapolres Sukabumi melalui Kasat Polairud, AKP H. Nandang Herawan, S.Pd, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, Sumitra merupakan nakhoda KM Barokah 02 yang hilang saat melaut di perairan Ciroyom.

“Benar, kami menerima laporan dari pemilik kapal pada 1 Agustus 2025. Kapal yang dinakhodai korban dilaporkan hilang kontak sejak tiga hari sebelumnya,” kata Nandang, Jumat (1/8/2025).

Dari hasil penyelidikan sementara, KM Barokah 02 berangkat dari Ujung Genteng pada Kamis, 24 Juni 2025 pukul 06.00 WIB untuk menangkap ikan di perairan Ciroyom. Namun sejak Rabu, 30 Juli 2025 sekitar pukul 16.00 WIB, pemilik kapal, Warsono (54), sudah tak lagi bisa menghubungi Sumitra.

“Warsono melaporkan kejadian ini ke Posal Ujung Genteng pada Jumat siang, setelah komunikasi dengan korban terputus selama tiga hari,” ujar Nandang.

Polisi bersama tim terpadu dari berbagai instansi langsung turun tangan melakukan pencarian. Di antaranya Danpos Polairud Ujung Genteng, Posal Ujung Genteng, KKP Kabupaten Sukabumi, dan Syahbandar UPP II Pelabuhan Ratu.

“Upaya pencarian kami lakukan dengan menyisir titik terakhir kontak. Kami juga telah meminta keterangan para saksi dan menghimbau para nelayan agar lebih waspada,” tambahnya.

Salah satu saksi, Asep Sudiana (52), nelayan setempat, mengaku tidak melihat aktivitas mencurigakan, namun mengonfirmasi bahwa Sumitra terakhir kali terlihat melaut sendirian.

Selama pencarian, tim sempat menemukan tiga jerigen milik KM Barokah 02 yang mengapung di perairan Kalapa Condong. Penemuan itu memperkuat dugaan adanya insiden di laut.

“Meski kondisi korban belum dijelaskan secara detail, kami terus melakukan koordinasi dan pendalaman lebih lanjut. Hingga kini kami masih menunggu hasil identifikasi dan kepastian status korban,” tutup Nandang. (Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *