WH.Sukabumi – Seorang pelajar SMA kelas 2 berusia 16 tahun di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, menjadi korban salah sasaran. Geri, warga Kampung Tipar, Desa Cikiray, babak belur setelah dikeroyok massa di Kampung Tegal Lega, desa yang sama, Jumat (8/8/2025) sekitar pukul 04.00 WIB.
Padahal, remaja ini bukan pelaku pencurian motor. Ia hanya sedang mengantarkan dompet ayahnya yang tertinggal.
Kakak sepupu korban, Alis (31), menjelaskan peristiwa bermula ketika ayah Geri hendak berangkat kerja ke Pulau Seribu pada dini hari tersebut. Saat baru sampai Tegal Lega, sang ayah menyadari dompet dan identitasnya tertinggal di rumah. “Ayahnya langsung telepon ke rumah, minta tolong diantarkan dompetnya. Geri kemudian berangkat mengantar,” kata Alis, saat di komfirmasi lewat telepon watshap sabtu(9/8/2025).
Namun, nahas menimpa Geri di perjalanan. Di Tegal Lega, warga sedang geger karena ada pencurian motor di salah satu rumah. Pemilik rumah meneriaki maling, dan kebetulan Geri melintas.
“Mungkin warga mengira dia pelakunya. Dia dipepet mobil, dicegat, dicengkram, ditarik dari motor, lalu diseret cukup jauh sampai depan masjid,” tutur Alis.

Tangan Geri bahkan diikat dengan tali rapia. “Saya sebagai keluarga jelas tidak terima. Seharusnya warga tanya dulu, bukan main hakim sendiri,” tegas Alis.
Akibat pengeroyokan itu, Geri mengalami luka di sekujur tubuh. Keluarga sudah melapor ke Polres Sukabumi dan korban menjalani visum.
“Laporan sudah masuk ke Polres. Harapan kami, pelaku pengeroyokan diproses hukum dan saya tidak akan damai supaya kejadian salah sasaran seperti ini tidak terulang,” pungkas Alis. (Nanan apon)
editor : Ida











