Ketua DPRD Sukabumi: Kasus Raya Adalah Kegagalan Pemerintah, Bukan Sekadar Musibah

banner 468x60

WH.Sukabumi – Kematian tragis Raya (3), balita asal Kecamatan Kabandungan yang meninggal dengan tubuh dipenuhi cacing, terus menuai sorotan publik. Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menegaskan bahwa kasus ini bukanlah insiden biasa, melainkan potret nyata gagalnya sistem layanan kesehatan dasar di daerah.

“Pertama-tama, saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya ananda Raya. Namun di balik duka itu, kita harus jujur mengakui: ini adalah kegagalan pemerintah dalam melindungi warganya, khususnya anak-anak miskin,” tegas Budi, Selasa (19/8/2025).

Viral Baru Bergerak

Budi menilai, kasus ini terlambat mendapat perhatian serius karena aparat setempat lamban memberi laporan resmi. “Fakta bahwa pemerintah desa dan kecamatan baru menginformasikan setelah viral di media sosial adalah tamparan keras. Seharusnya begitu ada balita dengan kondisi BGM yang parah, intervensi medis wajib segera dilakukan. Nyawa anak tidak boleh menunggu viral,” katanya.

Kewajiban Konstitusional Diabaikan

Menurutnya, tragedi Raya memperlihatkan betapa lemah perlindungan anak-anak miskin di Sukabumi. “Konstitusi jelas menyatakan negara wajib melindungi setiap warga negara. Apalagi anak-anak. Tetapi nyatanya, ada anak tiga tahun yang wafat dalam kondisi tubuh dipenuhi cacing. Ini tragedi kemanusiaan yang mencoreng wajah pemerintah daerah,” ujarnya.

Budi juga menyoroti alokasi anggaran gizi dan kesehatan balita yang setiap tahun disahkan dalam APBD. “Anggaran ada, program ada, tapi mengapa kasus seperti Raya bisa terjadi? Artinya implementasi di lapangan nol besar. Dana kesehatan jangan hanya berhenti di laporan kertas, harus betul-betul sampai ke masyarakat miskin,” tegasnya.

Untuk memastikan ada pertanggungjawaban, DPRD Kabupaten Sukabumi segera memanggil Dinas Kesehatan, camat, hingga pihak puskesmas. “Kita ingin tahu di mana letak titik lemahnya. Apakah di koordinasi lintas sektor, apakah di distribusi bantuan gizi, atau di minimnya monitoring? Semua harus jelas. Nyawa balita tidak boleh dikorbankan oleh sistem yang kacau,” ungkap Budi.

Lebih jauh, DPRD membuka kemungkinan membentuk Panitia Khusus (Pansus) terkait kasus ini. “Kami tidak ingin kasus ini hanya heboh sebentar lalu dilupakan. Pansus akan bekerja untuk memastikan sistem layanan kesehatan dasar di Sukabumi dibenahi total. Anak-anak tidak boleh mati hanya karena miskin dan terabaikan,” tegasnya.

Budi menutup dengan pernyataan keras: “Kasus Raya bukan musibah alamiah, melainkan bukti kelalaian negara. Dan sebagai wakil rakyat, kami tidak akan diam. Perbaikan harus dimulai dari sekarang.”tutupnya. (Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *