Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Ultimatum Desa Cianaga Usai Tragedi Balita Raya

banner 468x60

WH.Sukabumi – Tragedi meninggalnya Raya (3), bocah asal Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, menyita perhatian publik. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan duka cita mendalam sekaligus kekecewaan atas kelalaian layanan kesehatan dasar di desa tersebut.

Dalam sebuah video berdurasi 2 menit 22 detik yang beredar luas, Dedi menegaskan bahwa kematian Raya adalah tamparan keras bagi pemerintah daerah.

“Saya menyampaikan rasa prihatin dan rasa kecewa yang sangat dalam, serta permohonan maaf atas meninggalnya seorang balita berusia tiga tahun dengan tubuh dipenuhi cacing,” ucapnya, Selasa (19/8/2025).

Dedi mengungkapkan, ia langsung menghubungi dokter yang menangani kasus Raya untuk memastikan kondisi medis sebenarnya. Dari keterangan dokter, Raya menderita cacingan akut. Situasi keluarga balita ini pun sangat memprihatinkan: sang ibu diketahui mengalami gangguan jiwa (ODGJ), sementara ayahnya mengidap TBC. Akibatnya, Raya lebih banyak diasuh oleh neneknya.

“Sejak balita, anak tersebut terbiasa beraktivitas di kolong rumah, bercampur dengan ayam dan kotorannya. Kemungkinan besar tangan sering tidak dicuci, lalu masuk ke mulut dan akhirnya menyebabkan cacingan akut,” jelas Dedi.

Dalam pernyataannya, Dedi secara khusus menyoroti lemahnya peran desa, bidan, dan kader PKK di lingkungan Raya.

“Saya menyampaikan perhatian utama kepada ketua tim penggerak PKK, kepala desa, bidan desa, serta seluruh aparat di Desa Cianaga. Karena fungsi PKK tidak berjalan, fungsi posyandu tidak berjalan, dan fungsi kebidanan pun tidak berjalan. Maka desa ini akan kami beri sanksi,” tegasnya.

Dedi menambahkan, dirinya akan memberikan tindakan tegas kepada desa maupun daerah lain di Jawa Barat yang terbukti lalai mengurus masyarakatnya. “Jangan abai, jangan baru ribut setelah peristiwa terjadi. Aparat desa harus melakukan cross-check setiap hari terhadap kondisi warganya,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Jawa Barat telah menurunkan tim untuk mengevakuasi seluruh keluarga Raya. “Hari ini kami sudah mengirim tim untuk mengangkut keluarga tersebut agar mendapatkan perawatan, karena mereka juga menderita TBC,” pungkas Dedi. (Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *