WH.Sukabumi – Setelah publik diguncang kabar wafatnya balita Raya, kini muncul kisah pilu lain dari Sukabumi. Seorang bocah bernama M. Zihad Alfaritsi Eriansyah (7) masih berjuang melawan penyakit candidiasis yang menyerang tubuhnya sejak usia satu tahun.
Zihad merupakan anak ketiga pasangan Heri Eriansyah dan Yati Rohayati. Kondisinya membutuhkan perawatan intensif, namun keterbatasan ekonomi membuat keluarga ini kewalahan.
“Sejak tahun lalu kami dampingi Zihad. Upaya bantuan juga terus dilakukan agar dia tetap bisa berobat. Kami berharap semakin banyak pihak yang peduli,” kata Kristiawan Saputra, Founder Sahabat Kristiawan Peduli, Kamis (21/8/2025).
Awalnya, gejala yang muncul hanya bercak putih di mulut. Namun kondisi itu terus berkembang hingga menimbulkan ruam, luka, dan gelembung merah yang menyebar ke wajah serta dada. Selama tiga tahun, Zihad bolak-balik menjalani rawat jalan di RSHS Bandung.
“Pernah ada sedikit perubahan, tapi belum sesuai harapan. Dokter kemudian menyarankan tindakan lanjutan di RSCM Jakarta dengan metode laser,” ungkap Heri.
Sayangnya, saran itu belum bisa dijalankan. Biaya transportasi dan pengobatan di luar tanggungan BPJS menjadi hambatan besar.
“Sekali jalan ke Bandung saja biayanya bisa tembus satu juta rupiah. Itu belum termasuk obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, seperti fluconazole, nystatin, hingga sampo khusus,” ucap Yati.
Meski dihadang banyak kesulitan, kedua orang tua Zihad tak menyerah. Mereka terus berusaha, bahkan saat anak kedua mereka juga sedang sakit.
“Keinginan kami sederhana, Zihad bisa pulih total. Kami ingin melihatnya tumbuh sehat, bisa bermain dan bersosialisasi sebagaimana anak-anak lain,” ujar Heri
dengan suara bergetar.
Kisah Zihad kini menjadi perhatian warga Sukabumi. Dukungan dan uluran tangan dari berbagai pihak diharapkan bisa meringankan beban keluarga kecil ini dan memberi peluang bagi Zihad untuk mendapatkan pengobatan terbaik.”pungjasnya.Nanan apon
editor : Ida











