WH.Sukabumi – Harapan hidup layak akhirnya datang bagi Iis (43), seorang ibu dua anak yang sebelumnya hanya bertahan di gubuk rapuh berukuran 2×3 meter di tengah hutan Gunung Tangkil, Kecamatan Cikakak. Kondisinya yang memprihatinkan membuat Pemkab Sukabumi bersama DPRD bergerak cepat mengevakuasi Iis dari tempat yang tak layak huni itu.
Evakuasi dilakukan setelah kisah getir Iis viral dan menyentuh hati banyak pihak. Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Junajah Jajah Nurdiansyah, turun langsung membawa Iis ke tempat tinggal sementara yang lebih manusiawi.
Kini, Iis menempati rumah kayu sederhana dengan lantai semen, aliran listrik, dan fasilitas kamar mandi. Kondisi itu jelas jauh lebih baik dibanding tempat sebelumnya yang setiap malam gelap gulita dan bocor saat hujan.
“Alhamdulillah, sekarang ada penerangan, ada kamar mandi, jadi tidak perlu lagi jalan jauh ke sungai,” ucap Iis dengan mata berkaca-kaca.
Meski hanya sementara, hunian ini memberinya rasa aman. Putri sulungnya yang sempat putus sekolah pun bisa kembali merasakan suasana rumah yang lebih nyaman.
Sementara si bungsu, tak lagi harus tidur dalam dinginnya malam di lantai tanah becek.
Junajah menegaskan, ini bukan akhir, melainkan awal dari langkah membangun masa depan Iis dan anak-anaknya.
“Hunian ini sementara. Kami sudah sepakati bersama Pemkab, tanah untuk rumah permanen disiapkan, pembangunan ditargetkan segera,” tegasnya.
Warga sekitar menyambut positif langkah cepat pemerintah daerah dan DPRD. Mereka menilai, perjuangan Iis sebagai janda yang tetap tegar membesarkan anak di tengah keterbatasan pantas mendapat dukungan penuh.
“Kalau dulu tiap hujan selalu kebasahan, sekarang insyaallah lebih tenang. Semoga rumah permanennya cepat berdiri,” kata salah seorang warga.
Bagi Iis, pondokan ini adalah jawaban sementara dari doa panjangnya. Namun, ia masih menggantungkan harapan besar: pendidikan anak-anaknya bisa berlanjut agar masa depan mereka tidak sesulit dirinya.
(Nanan apon)
editor : Ida











