WH.Denpasar — Kepolisian DaHerah (Polda) Bali terus berinovasi dalam meningkatkan sistem keamanan di wilayahnya. Hari ini, Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya menyaksikan secara langsung peragaan pengoperasian Drone Detection System (DDS) di Markas Komando (Mako) Satuan Brimob Polda Bali, Jumat (24/10).
Dalam kesempatan tersebut, Irjen Pol Daniel Adityajaya menjelaskan bahwa penggunaan DDS merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan keamanan di era digital, terutama di daerah yang menjadi pusat kegiatan internasional seperti Bali. Teknologi ini memiliki kemampuan untuk mendeteksi, melacak, dan menganalisis aktivitas drone yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Hari ini saya menyaksikan langsung peragaan pengoperasian Drone Detection System (DDS) di Mako Satuan Brimob Polda Bali. Teknologi ini berfungsi mendeteksi, melacak, dan menganalisis aktivitas drone yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, khususnya dalam pengamanan kegiatan masyarakat maupun event berskala internasional di Bali,” ujar Kapolda Bali.
Lebih lanjut, Irjen Pol Daniel menegaskan bahwa penerapan DDS merupakan bentuk kesiapan Polda Bali dalam menghadapi dinamika ancaman modern yang semakin kompleks, termasuk potensi penyalahgunaan drone untuk tujuan negatif seperti pengintaian ilegal, gangguan terhadap kegiatan resmi, hingga ancaman terhadap keamanan publik.
“Langkah ini menjadi wujud nyata implementasi Polri Presisi yang terus beradaptasi terhadap kemajuan teknologi. Kami berkomitmen menghadirkan sistem pengamanan yang profesional, modern, dan terpercaya,” tambahnya.
Peragaan DDS di Mako Brimob Polda Bali turut dihadiri oleh pejabat utama Polda Bali, jajaran Brimob, serta sejumlah personel teknis yang telah mendapatkan pelatihan khusus dalam pengoperasian sistem tersebut. Dalam simulasi yang diperagakan, sistem DDS mampu mendeteksi keberadaan drone dari jarak tertentu, menampilkan identitas perangkat, arah pergerakan, serta lokasi operator drone secara real time.
Selain itu, DDS juga dilengkapi dengan fitur peringatan dini yang dapat memberikan notifikasi otomatis kepada petugas ketika ditemukan aktivitas drone mencurigakan di area terlarang atau zona sensitif. Sistem ini diharapkan dapat menjadi salah satu alat pendukung utama dalam pengamanan event-event besar, termasuk kegiatan kenegaraan, pariwisata internasional, hingga upacara adat di wilayah Bali.
Irjen Pol Daniel juga menambahkan bahwa Polda Bali terus berupaya meningkatkan kompetensi personelnya dalam bidang teknologi dan digital forensik. Dengan dukungan peralatan modern seperti DDS, jajaran kepolisian diharapkan semakin siap menjaga keamanan masyarakat dan wisatawan di Pulau Dewata.
“Bali dikenal sebagai destinasi wisata dunia. Maka, keamanan adalah prioritas utama kami. Inovasi seperti ini menjadi bukti nyata bahwa Polri siap menghadapi tantangan zaman,” tutup Kapolda Bali.
Dengan dioperasikannya Drone Detection System, Polda Bali menunjukkan keseriusan dalam menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, dan bebas dari potensi ancaman berbasis teknologi di era digitalisasi saat ini. (Ishaq)
editor : Ida











