WH.Sukabumi – Suasana sore di Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, mendadak ramai ketika anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar, mampir untuk beristirahat sejenak bersama warga di area alun-alun baru yang tengah dibangun.
Momen sederhana itu justru berubah menjadi ajang silaturahmi penuh kehangatan antara wakil rakyat dan masyarakat.
Ratusan warga tampak antusias menyambut kehadiran Budi Azhar. Banyak di antara mereka datang dari berbagai desa, bahkan dari wilayah Sagaranten, yang berjarak puluhan kilometer. Kehadiran mereka menjadi bukti betapa besar harapan masyarakat terhadap pembangunan fasilitas publik di kawasan selatan Sukabumi itu.
“Kami senang sekali alun-alun di Jampang Tengah mulai terlihat bentuknya. Semoga cepat jadi supaya kami punya tempat kumpul dan kegiatan warga,” ujar Hendra, warga Sagaranten, sambil tersenyum lebar.
Budi Azhar yang datang mengenakan pakaian santai terlihat berbincang akrab dengan sejumlah warga. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari komitmennya untuk memastikan pemerataan pembangunan di wilayah selatan Sukabumi.
“Ini bagian dari upaya kita agar pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di pusat kota. Warga selatan juga berhak punya ruang publik yang layak dan membanggakan,” kata Budi Azhar di sela perbincangan.
Kunjungan Budi Azhar ke alun-alun baru Jampang Tengah ini juga menjadi simbol semangat kebersamaan antara masyarakat dan para pemangku kebijakan.
Di lokasi, sejumlah warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berfoto bersama dan menyampaikan aspirasi mereka secara langsung.
Kepala Desa Gandasoli, Ece Kurniawan, menilai kehadiran Budi Azhar membawa energi positif bagi warga. “Kami merasa diperhatikan. Ini bukan soal politik, tapi tentang kepedulian nyata terhadap pembangunan di wilayah kami,” tuturnya.
Pembangunan alun-alun Jampang Tengah sendiri menjadi bagian dari program revitalisasi ruang publik di Kabupaten Sukabumi. Jika rampung, kawasan ini akan menjadi pusat aktivitas warga, baik untuk rekreasi, olahraga, maupun kegiatan kebudayaan lokal.
Bagi warga Sagaranten dan sekitarnya, momentum ini menjadi sinyal bahwa wilayah mereka tak lagi dipandang sebagai “daerah pinggiran”, melainkan bagian penting dari arah pembangunan Sukabumi yang lebih merata.
(Nanan apon)
editor : Ida











