WH.Maluku – HR ahkirnya angkat bicara terkait namanya terseret dalam dugaan pelecehan seksual terhadap enam Aparatur Sipil Negara (ASN) perempuan, yang belakangan viral di beberapa media online. HR juga menduduki salah satu jabatan strategis di Kementrian Agama Kabupaten Kepulauan Tanimbar Maluku.
“Saya menyatakan dengan tegas bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan tidak benar berdasar pada fakta sebenarnya,” ujar HR kepada wartawan (8/2).
Ia menegaskan, selama bertugas dirinya selalu menjunjung tinggi nilai etika serta menghormati institusi dan martabat setiap individu.
“Kami sangat menghormati nilai – nilai etika setiap individu. Oleh karena itu, saya bersifat kooperatif dan mengikuti proses internal yang mengungkap kebenaran yang obeyektif,” tuturnya.
Dirinya mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, pemberitaan yang tidak akurat berpotensi menimbulkan kegaduhan dan merugikan internal Institusi.
“Terkait kemungkinan adanya laporan dari pihak dan pihak merasa dirugikan, ia menegaskan bahwa dirinya siap mengadapi proses secara terbuka.
Pasalnya, dalam keterangan para korban mengaku pernah dipeluk dan dicium bahkan dijanjikan akan dinikahi atau dijadikan istri siri, disertai iming-iming jabatan tertentu di lingkungan Kemenag, dan menebarkan ancaman mutasi bagi ASN yang menolak atau tidak menuruti keinginannya, bagi saya, itu tidak dibuktikan fakta.
Ia menutupi klarifikasi itu dengan pernyataan bernuans religius.
Allah kebenaran akan menemukan jalannya sendiri,” pungkas HR
(Hendrik)
editor : Ida











